Ekonomi Lebak Andalkan Kawasan Industri Hijau

Rabu, 14 Jan 2026, 15:03 WIB

LEBAK – Untuk masa depan kemajuan ekonomi, Kabupaten Lebak, Banten mengandalkan kawasan industri hijau dan yang lingkungan berkelanjutan. Ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja serta mempercepat pengendalian kemiskinan.

Plt Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, di Lebak, Rabu mengatakan, kebijakan pemerintah daerah mengembangkan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan yang berkelanjutan guna mewujudkan pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga menyerap ribuan tenaga kerja juga mempercepat pengendalian kemiskinan yang menjadi agenda prioritas Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Ket. Foto: gerakan industri ramah lingkungan — Sumber: ist

Selain itu, juga arah kebijakan pemerintah daerah mengembangkan kawasan industri berkonsep hilirisasi ekonomi khususnya untuk pengelolaan sumber daya alam (SDA). Dimana kekayaan SDA Kabupaten Lebak itu beragam juga didukung lahan yang sangat luas untuk peningkatan nilai tambah produk.

Sebab, beberapa produk potensial yang dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan hilirisasi di Kabupaten Lebak. Di antaranya industri Virgin Coconut Oil (VCO), industri Crude Palm Oil (CPO), industri ikan tuna cakalang tongkol (TCT) kaleng, industri olahan udang, industri jagung (tepung maizena), dan pengembangan industri karet (Ban kendaraan).

Pengembangan kawasan industri tersebut berlokasi di Kecamatan Cileles seluas 3.190 hektare. "Kami berharap kawasan industri hijau itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kabupaten Lebak," katanya. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lebak menerbitkan peraturan daerah (Perda) nomor 7 tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Perda tersebut bertujuan untuk menarik investor agar dapat menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tetapi diprioritaskan industri yang ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan bencana ekologi.

Pemerintah daerah juga melakukan akselerasi percepatan investasi dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi dan Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Pengembangan kawasan industri juga ditunjang sarana infrastruktur jalan tol Serang - Panimbang juga Commuterline Rangkasbitung - Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga terdapat proyek strategis nasional di antaranya Kota Baru Maja dan Bendungan Karian. "Kami berharap dua atau tiga tahun ke depan wilayah Lebak menjadi kawasan industri, perumahan, pariwisata dan pusat ekonomi di Banten," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.