BPBD: Banjir Kabupaten Tangerang Meluas

Rabu, 14 Jan 2026, 14:25 WIB

TANGERANG - Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang kian meluas, akibat aliran sungai meluap. Bukan hanya pemukiman warga yang terendam, namun air juga membanjiri 108 area persawahan.

Seorang warga Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, Radiani mengatakan, ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande terendam banjir. Banjir tersebut, setinggi dua meter akibat meluapnya Sungai Cidurian pada Selasa (13/1) malam.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Saadatuddaraen

"Tingginya debit air Sungai Cidurian membuat tanggul setinggi sekitar satu meter tak mampu membendung derasnya limpasan air bah. Akibat banjir tersebut, memaksa banyak warga untuk mengungsi, termasuk saya," kata Radiani dalam keterangannya kepada wartawan, di Tangerang, Rabu (14/1).

Radiani mengaku, sejumlah warga terpaksa membuat perahu darurat dari bambu dan galon. Perahu darurat tersebut, guna mempermudah mobilitas dan proses evakuasi warga terdampak.

"Banjir merendam lima RT dan dua RW di perumahannya. Dalam dua minggu ini sudah tiga kali banjir, di bagian belakang perumahan, ketinggian air hampir dua meter," ucap Radiani.

Kemudian, ia menjelaskan, Perumahan Taman Cikande merupakan wilayah langganan banjir akibat luapan Sungai Cidurian. Kejadian itu, disebutkannya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

"Jadi banjir di sini itu banjir kiriman. Karena meski pun enggak hujan, tetap banjir kalau sungainya meluap," ujar Radiani.

Hingga saat ini, Radiani mengaku, belum ada bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk logistik maupun peralatan evakuasi. "Yang paling dibutuhkan saat ini perahu, makanan dan obat-obatan dan sampai sekarang belum ada bantuan," kata Radiani.

Terpisah, Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rosid membeberkan, sedikitnya 108 hektare lahan sawah terendam banjir. Tepatnya, persawahan di Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

"Untuk sawah selama ini kita hitung totalnya satu kesatuan ada 108 hektare. Jadi 62 hektare sawah diblok dua dan 46 hektare sawah dibok tiga terancam gagal panen (puso) akibat banjir," ujar Cucu.

Cucu menyatakan, kondisi ini membuat petani khawatir mengalami kerugian besar. Selain area sawah yang terdampak, sebanyak 30 rumah warga juga ikut terendam luapan aliran Sungai Cimanceuri.

Akibatnya, kata Cucu, beberapa kepala keluarga (KK) bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya perluasan peningkatan debit air ke permukiman. Sementara untuk ketinggian air yang merendam permukiman mencapai 20 hingga 40 sentimeter.

"Hanya saja, di area lahan pertanian ketinggian debit air mencapai satu meter lebih. Kalau ini fenomenanya tidak dari hujan saja, kalau dari wilayah hulu di wilayah Bogor hujan deras, maka kami terdampak," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 50 ribu warga Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak banjir akibat cuaca ekstrem hingga intensitas hujan tinggi. Imbasnya 1.000 jiwa harus dievakuasi dan 1.000 lainnya terpaksa mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, dari 50 ribu jiwa ini merupakan total data korban yang terdampak dienam kecamatan. Yang terparah, Kecamatan Kosambi, lalu Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk hingga Sepatan.

"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 KK (Kepala Keluarga) terdampak. Atau jumlahnya kurang lebih 45-50 ribu jiwa," ujar Taufik, Selasa (13/1). ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pemkot Tangsel Umumkan Hasil SPMB SMP Negeri Malam Ini di Situs Resmi

Menkeu Minta Dunia Usaha Jalankan Bisnis Sesuai Aturan

Wisatawan Tiba-tiba Berubah Perilaku, kemudian Hilang di Air Terjun Sembilan Putri

Tim SAR Cari Nenek 68 Tahun Hilang di Hutan

Pemkot Surabaya Santuni 1.500 Anak Yatim Lintas Agama pada 10 Muharam, Eri Cahyadi Tegaskan Kepedulian Tanpa Sekat

Pemprov Sulbar Percepat Pengembangan Ekonomi Syariah

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Menkeu Purbaya Suntik Dana Rp400 Triliun ke Himbara, Likuiditas Perbankan Diperkuat untuk Dongkrak Kredit UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi

Kemhan: Peserta Latsarmil SPPI yang Meninggal Bertambah Jadi Empat Orang

Menhub Klaim Pemerintah Telah Rumuskan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Disesuaikan Kondisi Global yang Mulai Stabil

Bareskrim Polri Telusuri Aliran Uang Rp13,9 Triliun di Kasus Judol Hayam Wuruk

Terbongkar! Modus Judi Berkedok Timezone di Jakarta Raup Rp2,1 Miliar per Bulan, Polda Metro Jaya Tangkap 69 Tersangka

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, PHRI Berharap Harga Tiket Pesawat ke Aceh Bisa Lebih Murah

Mahasiswa Doktor UI Kembangkan Model Cerdas Penentuan Lokasi SPKLU, Prediksi Adopsi Mobil Listrik Jadi Kunci Infrastruktur Masa Depan

Kapolri Promosikan Pengungkap 128 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama Jadi Kapolres Kotabaru

Sekolah Rakyat di Cirebon Bantu Pemerataan Pendidikan, Anak dari Keluarga Rentan Dapat Akses Belajar dan Pembinaan Karakter

Hasil SPMB SMP Negeri Tangsel Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Cek Kelulusan Mulai Pukul 21.00 WIB di Situs Resmi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.