Korea Selatan Menuju Piala Dunia 2026 di Tengah Tekanan dan Kritik

Selasa, 26 Mei 2026, 06:00 WIB

HONG KONG — Son Heung-min dan tim nasional Korea Selatan menuju Piala Dunia 2026 dengan atmosfer penuh keraguan. Turnamen di Amerika Utara itu diyakini akan menjadi penampilan terakhir sang kapten di ajang terbesar sepak bola dunia.

Di usia 33 tahun, Son mulai menghadapi sorotan terkait penurunan performa dan masa depannya bersama tim nasional. Situasi tersebut diperparah dengan ketidakpuasan publik terhadap pelatih Hong Myung-bo yang kini berada di bawah tekanan besar.

Ket. Foto: Son Heung-min. — Sumber: AFP

Hasil laga uji coba menjelang Piala Dunia semakin menambah kecemasan. Korea Selatan dibantai Pantai Gading 0-4 dan kemudian kalah 0-1 dari Austria.

Usai dua hasil buruk tersebut, Hong turun tangan membela Son, yang meninggalkan Tottenham Hotspur tahun lalu untuk bergabung dengan Los Angeles FC di MLS, di tengah anggapan bahwa masa terbaiknya telah lewat.

“Son Heung-min adalah jantung tim kami dan saya tidak pernah sekalipun meragukannya,” ujar Hong.

Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Ceko, Afrika Selatan dan tuan rumah Meksiko. Mereka akan membuka turnamen menghadapi Republik Ceko di Guadalajara pada 11 Juni.

Jika ingin lolos dari fase grup, Korea Selatan sangat bergantung pada ketajaman Son yang selama lebih dari 15 tahun menjadi ikon sekaligus inspirasi tim. Penyerang tersebut telah mencetak 54 gol dari 143 penampilan internasional.

Namun, performanya kini dinilai mulai menurun. Sejak dilepas Tottenham pada Agustus tahun lalu, Son belum mampu menunjukkan performa terbaik bersama Los Angeles FC.

Setelah kekalahan dari Austria pada laga persahabatan di Inggris pada Maret lalu, di mana Son gagal memanfaatkan sejumlah peluang, ia menolak anggapan bahwa ketajamannya telah hilang.

“Saya tidak merasa performa saya menurun,” kata Son seperti dikutip kantor berita Yonhap.

“Ketika waktunya tiba untuk meninggalkan tim nasional, saya akan melakukannya dengan keputusan saya sendiri. Sangat mengecewakan ketika orang langsung berbicara soal penurunan performa hanya karena saya sedang tidak mencetak gol.”

Son juga bertekad menebus kegagalan di Piala Dunia 2022 Qatar. Saat itu ia tampil jauh dari performa terbaik karena harus mengenakan masker pelindung akibat cedera retak tulang di sekitar mata dan gagal mencetak gol ketika Korea Selatan dihancurkan Brasil1-4 di babak 16 besar.

Meski Korea Selatan lolos ke Piala Dunia tanpa terkalahkan di babak kualifikasi, tingkat optimisme suporter terhadap tim justru rendah.

“Kepercayaan kolektif para penggemar tampaknya berada di titik terendah sepanjang masa,” tulis Yonhap bulan ini.

Prestasi terbaik Korea Selatan di Piala Dunia masih terjadi pada 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang dan sukses mencapai semifinal. Setelah itu, mereka tak pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar.

Sepanjang fase kualifikasi, Hong Myung-bo kerap mendapat cemoohan dari suporter. Pelatih berusia 57 tahun itu sebelumnya juga gagal total saat membawa Korea Selatan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014 tanpa satu kemenangan pun.

Son bahkan sempat meminta para pendukung untuk tetap memberikan dukungan kepada tim dan sang pelatih.

Federasi sepak bola Korea Selatan juga menjadi sasaran kritik terkait proses penunjukan kembali Hong dua tahun lalu. Sebelum itu, mereka sempat memakai dua pelatih interim dan mengalami kegagalan besar bersama Jurgen Klinsmann yang dipecat setelah hanya 12 bulan penuh gejolak.

Setelah kekalahan telak dari Pantai Gading dan Austria, Hong membela pendekatan taktiknya yang memakai tiga bek tengah dan wing-back demi memberi fleksibilitas lebih kepada tim.

“Para pemain kami sudah lama bermain dengan formasi empat bek,” katanya.

“Tetapi kita semua tahu bahwa kami tidak bisa datang ke Piala Dunia hanya dengan satu pendekatan taktik.”

Meski diterpa kritik, Korea Selatan tetap memiliki sejumlah pemain berkualitas yang berkarier di luar negeri. Bek Kim Min-jae menjadi andalan lini pertahanan dan memasuki usia emas bersama Bayern Munich.

Selain itu, ada Lee Kang-in yang telah membuktikan kualitasnya di Eropa bersama Valencia, Mallorca, hingga kini memperkuat Paris Saint-Germain. Meski menit bermainnya terbatas di PSG, Lee tetap menjadi salah satu harapan terbesar Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.