Pemprov DKI Beri Santunan dan Jamin Pendidikan Anak Korban Tabrakan KRL-Argo Bromo

Rabu, 29 Apr 2026, 19:35 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati yang menjadi korban kecelakaan tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4).

Nur Laila merupakan guru ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sementara Nuryati dikenal sebagai kader jumantik Kelurahan Harapan Mulya, Jakarta Pusat. Keduanya dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati yang menjadi korban kecelakaan tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Selain santunan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan dukungan lanjutan bagi keluarga korban. Salah satunya berupa kemungkinan bantuan pendidikan bagi anak almarhumah Nur Laila yang masih menempuh pendidikan.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati. Peristiwa ini meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua," ujar Wagub Rano.

Menurutnya, kedua almarhumah telah memberikan kontribusi nyata di bidang masing-masing. Nur Laila mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, sedangkan Nuryati aktif sebagai kader jumantik dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Wagub Rano juga mendoakan agar keduanya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa sulit tersebut.

Pemprov DKI turut menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian kepada keluarga korban. Keluarga Nur Laila menerima santunan dari PT Taspen sebesar sekitar Rp283 juta.

Sementara itu, keluarga Nuryati menerima santunan Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan dan Rp20 juta dari Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta. Bantuan tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap keluarga korban.

"Bantuan ini tidak dapat menggantikan kehilangan. Namun, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masa duka," tuturnya.

Sejak malam kejadian, Pemprov DKI disebut langsung bergerak cepat melalui BPBD, PMI, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta dukungan ambulans untuk proses evakuasi di Bekasi. Langkah cepat itu dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

"Saat mendapat informasi, kami langsung memerintahkan jajaran turun ke lokasi. Hingga kini, Transjakarta masih menyediakan shuttle bus di Bekasi untuk membantu mobilitas warga terdampak," ungkapnya.

Wagub Rano menambahkan, bantuan pendidikan bagi anak korban masih akan dipertimbangkan melalui program dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pemprov ingin memastikan keluarga korban tetap mendapatkan dukungan jangka panjang.

"Insyaallah Dinas Pendidikan memiliki program untuk itu. Kami akan pertimbangkan karena beliau bagian dari keluarga besar Pemprov DKI," katanya.

Ia juga mengapresiasi Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional V BKN, PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, serta Baznas (Bazis) DKI Jakarta atas kolaborasi dalam membantu keluarga korban. Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat penting dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi masyarakat.

"Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Wagub Rano.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.