Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumba Timur Dikunjungi 41.524 Wisatawan Sepanjang 2025

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sumba Timur Dikunjungi 41.524 Wisatawan Sepanjang 2025 Doc: ANTARA
Ket. Jejeran Bukit Tanarara merupakan salah satu andalan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT. 

KUPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 41.524 orang.

“Kunjungan 41.524 wisatawan pada 2025 terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sumba Timur Marolop Simanjuntak dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan pascapandemi Covid-19 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Inggris dan sejumlah negara lainnya. Sepanjang 2025, rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai tiga malam.

Data Disparbud Sumba Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada 2021 sebanyak 16.539 orang, kemudian meningkat menjadi 46.298 orang pada 2022. Pada 2023 jumlah kunjungan tercatat 38.854 orang, lalu kembali naik menjadi 41.812 orang pada 2024.

Selain itu, tercatat tiga destinasi unggulan yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Sumba Timur, yakni Pantai Walakiri, jejeran Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu.

“Kita tetap berupaya menjaga keaslian dan kealamian destinasi kita dan yang paling utama adalah terus berusaha untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” kata Marolop.

Ia menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM, baik pada masyarakat kreatif, masyarakat adat, dan masyarakat umum.

Hal ini penting, lanjut dia, guna mengantisipasi dampak buruk dari pariwisata seperti sampah, narkotika, prostitusi, dan perdagangan orang (human trafficking).

Marolop menegaskan Pemkab Sumba Timur juga terus mendorong kolaborasi dan inovasi lintas instansi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga nonpemerintah untuk mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami ingin memastikan pengembangan pariwisata yang aman dan ramah bagi wisatawan, sekaligus mengantisipasi pariwisata massal karena kesiapan masyarakat yang belum sepenuhnya merata, sehingga kami lebih mendorong pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.