Mentan Optimistis, Target Serap 4 Juta Ton Beras 2026 Bisa Tercapai

Senin, 12 Jan 2026, 17:38 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mengejar target penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar empat juta ton pada 2026.

Target ini tidak dikerjakan sendirian, melainkan lewat kerja bareng lintas lembaga bersama Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog. — Sumber: Antara.

Dengan koordinasi yang lebih rapat, pemerintah berharap penyerapan beras bisa berjalan lebih lancar sekaligus memperkuat stok pangan nasional agar tetap aman dan terkendali.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan memastikan target penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak empat juta ton pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas lembaga bersama Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional.

Amran mengatakan telah melakukan Rapat Serap Gabah 2026 bersama Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyepakati target penyerapan gabah setara beras 4 juta ton sepanjang tahun 2026.

"Hari ini kita rapat dengan Bulog, Bapanas, Kementerian Pertanian. Kita target serap gabah beras tahun 2026 itu 4 juta ton (setara beras). Itu target Bulog. Kita kolaborasi, kita kerja sama. Insya-Allah mudah-mudahan ini tercapai," kata Amran usai Rapat Serap Gabah 2026 di Jakarta, Senin (12/1).

Menurut Amran, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama solid seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, Bulog hingga petani, agar proses produksi, penyerapan, dan pengelolaan beras berjalan optimal.

Ia menilai bila target empat juta ton itu tercapai maka berpotensi mencatat sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia, seiring peningkatan luas tanam pada 2026 sekitar 500.000 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan luas tanam tersebut diyakini akan mendorong produksi beras nasional, selama tidak terjadi bencana alam besar atau gangguan signifikan yang dapat menghambat proses tanam dan panen petani.

Amran mengatakan optimistis target penyerapan tercapai, seraya memuji kinerja jajaran direksi Bulog yang dinilainya solid dan mampu menjalankan mandat strategis menjaga cadangan beras pemerintah.

"Insya-Allah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan lebih besar dari pada tahun lalu. Aku yakin dengan tim Direksi Bulog ini luar biasa semua. Aku yakin bisa mencapai target itu," katanya menegaskan.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog telah melakukan penguatan strategi pengadaan cadangan beras pemerintah empat juta ton sebagai prioritas utama menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Penyerapan cadangan beras pemerintah ditargetkan sebesar empat juta ton pada 2026, meningkat dari realisasi 2025 sebesar tiga juta ton, sehingga Bulog melakukan perencanaan dini agar target tercapai optimal.

Ia mengatakan penguatan strategi penyerapan dilakukan melalui Rapat Kerja Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 yang dihadiri pimpinan wilayah seluruh Indonesia yang berlangsung 11-12 Januari, di Jakarta.

"Jadi Rakernas itu menindaklanjuti perintah dari Bapak Presiden terkait target swasembada pangan 4 tahun ke depan. Nah, terkait hal tersebut kami sudah membagi tugas dan sekaligus merencanakan mulai dari proses penyerapan sampai penyaluran," kata Rizal.

Ia mengaku pihaknya akan melakukan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo maupun Mentan Amran agar di tahun 2026 dan seterusnya, swasembada pangan terus berkelanjutan.

"Sesuai dengan tugas Bulog untuk melakukan penyerapan, pengolahan, sampai dengan penyaluran semaksimal mungkin bahkan akan terwujudnya yaitu ekspor maupun satu harga beras di seluruh Indonesia," kata Rizal.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.