539 Penyelamatan Non-kebakaran Sepanjang 2025 oleh Damkar Ponorogo

Senin, 12 Jan 2026, 22:24 WIB

Ponorogo - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mencatat telah melakukan sebanyak 539 aksi penyelamatan non-kebakaran sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Ponorogo Bambang Supeno, Senin, mengungkapkan bahwa peran petugas pemadam kebakaran saat ini telah meluas melampaui tugas pokok memadamkan api, dengan mencakup berbagai layanan kedaruratan yang dilaporkan oleh masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

"Berdasarkan data kami, evakuasi sarang tawon menjadi laporan yang paling mendominasi dengan total 268 kasus. Sebagian besar warga meminta bantuan karena keberadaan sarang tersebut mengancam keselamatan penghuni rumah maupun warga di sekitar pekarangan," ujar Bambang di Ponorogo.

Selain penanganan sarang tawon, personel Damkar Ponorogo juga aktif dalam mengevakuasi satwa liar dan menangani kendala teknis medis lainnya.

Beberapa aksi penyelamatan yang dilakukan sepanjang tahun 2025 antara lain, evakuasi sarang tawon (268 laporan), evakuasi satwa liar (149 laporan), pelepasan cincin (42 kejadian), penyelamatan lainnya menyangkut evakuasi hewan peliharaan hingga bantuan teknis darurat lainnya.

Bambang menambahkan, terdapat pula laporan yang bersifat unik dan non-teknis, seperti permintaan warga untuk membantu pengambilan dokumen penting berupa surat nikah akibat adanya konflik rumah tangga.
Dalam menangani kasus tersebut, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan mediasi yang melibatkan perangkat desa setempat.

"Laporannya bermacam-macam. Ada yang sifatnya non-teknis seperti pengambilan surat nikah karena sudah tidak satu rumah. Namun, pada akhirnya kami bantu melalui koordinasi dengan perangkat desa agar masalah dapat diselesaikan secara baik-baik," paparnya.

Pihak Damkar Ponorogo menegaskan bahwa seluruh layanan penyelamatan yang diberikan kepada masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa.

"Kami siap membantu selama itu menyangkut keselamatan dan masih dalam jangkauan kemampuan teknis personel kami. Masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor," pungkas Bambang.

Data tambahan menunjukkan bahwa meski aksi penyelamatan non-kebakaran meningkat, jumlah kejadian kebakaran di Ponorogo pada 2025 justru mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tercatat sebanyak 61 peristiwa kebakaran bangunan dan lahan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.