Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klarifikasi SPPG Banten: Penggunaan Kantong Plastik dalam Program MBG

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Klarifikasi SPPG Banten: Penggunaan Kantong Plastik dalam Program MBG Doc: Antara
Ket. Ilustrasi: Menu makanan ringan untuk 3B yang mencakup jeruk, susu, kue putu dan luti gendang di Batam, Kepri.

Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, klarifikasi video distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kemasan kantong plastik yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) yakni menggunakan ompreng.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/1). Kepala SPPG Karyasari Dimas Dhika Alpiyan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (11/1), menjelaskan pada hari tersebut SPPG menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Makanan kemudian didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur. Namun setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan SOP penyajian MBG.

"Setelah ompreng tiba di tempat, oleh ibu kader yang bersangkutan makanan di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu kelompok 3B. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," ujar Dimas.

Kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

"Setelah video tersebut viral, kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat (9/1) pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwa mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," ucap Dimas.

Sementara itu Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi turut meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menegaskan kondisi makanan dalam video tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi, tetapi sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan.

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," ucap Lusi.

BGN menegaskan kembali bahwa penyajian makanan Program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi, guna menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.