Presiden Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Menguasai Greenland
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/Odd ANDERSEN
WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah membahas berbagai opsi, termasuk kemungkinan tindakan militer, untuk menguasai Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan Gedung Putih pada Selasa (6/1), dan dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Denmark, yang memperingatkan langkah itu dapat mengguncang aliansi NATO.
Ambisi Trump terhadap wilayah otonom Denmark yang kaya sumber daya mineral di kawasan Arktik itu semakin menguat sejak militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.
Dikutip dari AFP, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa “penguasaan Greenland merupakan prioritas keamanan nasional” bagi Trump, terutama untuk mencegah pengaruh musuh AS seperti Russia dan Tiongkok.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja penggunaan kekuatan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ujar Leavitt.
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menyampaikan kepada sejumlah anggota Kongres bahwa opsi yang paling diinginkan Trump adalah membeli Greenland dari Denmark. Rubio juga menegaskan bahwa wacana tersebut tidak serta-merta berarti rencana invasi dalam waktu dekat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Denmark sebelumnya memperingatkan bahwa upaya apa pun untuk merebut Greenland dengan kekerasan akan berdampak serius, termasuk terhadap keberlangsungan North Atlantic Treaty Organization (NATO) serta hubungan keamanan transatlantik yang telah terjalin selama sekitar 80 tahun.
Setiap tindakan militer AS terhadap Greenland dinilai berpotensi meruntuhkan NATO, mengingat Pasal Lima aliansi tersebut mewajibkan negara-negara anggota untuk membela anggota lain yang diserang.
Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, melalui media sosial menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya bertemu dengan Rubio sepanjang 2025, namun hingga kini pertemuan tersebut belum terwujud.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, mengatakan pertemuan dengan Rubio diharapkan dapat “meluruskan sejumlah kesalahpahaman” yang berkembang.
Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen kembali menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual dan hanya sekitar 57.000 penduduk pulau tersebut yang berhak menentukan masa depan wilayahnya.
Prinsip Universal
Sekutu-sekutu Barat menyatakan dukungan terhadap Denmark dan Greenland, sembari berupaya menghindari langkah yang dapat memprovokasi Presiden Trump.
Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Spanyol bergabung dengan Denmark dalam pernyataan bersama pada Selasa yang menegaskan komitmen mereka untuk membela “prinsip-prinsip universal” terkait kedaulatan, integritas wilayah, dan keutuhan batas negara.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga berupaya meredakan ketegangan tersebut saat menghadiri pembicaraan perdamaian Ukraina di Paris bersama utusan Trump, Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!