Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rekrutmen ASN Dipersoalkan, Ombudsman Ungkap Wajah Aduan Publik 2025

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rekrutmen ASN Dipersoalkan, Ombudsman Ungkap Wajah Aduan Publik 2025 Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi - Peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2024 formasi Kementerian Luar Negeri di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta.

JAKARTA – Ombudsman RI mencatat bahwa pengaduan layanan publik sepanjang 2025 masih didominasi oleh substansi kepegawaian, dengan lonjakan signifikan terjadi pada masa seleksi aparatur sipil negara (ASN).

Dominasi aduan ini mencerminkan persoalan klasik dalam tata kelola rekrutmen, mulai dari transparansi, kepastian informasi, hingga keadilan prosedural.

Tingginya keluhan menunjukkan bahwa proses seleksi ASN masih menjadi titik rawan maladministrasi, sekaligus menegaskan kebutuhan penguatan sistem, pengawasan, dan komunikasi publik agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan kepegawaian dapat ditingkatkan.

Dalam lima bidang pengawasan, Ombudsman RI mencatat total pengaduan layanan publik sepanjang 2021-2025 mencapai 10.046 laporan, dengan tingkat penyelesaian 93,8 persen.

"Kalau kita bicara laporan masyarakat, kurang lebih 10.046 laporan," kata Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng dalam acara "Pengawasan atas Layanan Publik: Refleksi 2021-2025 dan Proyeksi 2026" di Jakarta, Rabu (7/1).

Ia menjelaskan berdasarkan agregasi lima tahun terakhir, substansi kepegawaian menjadi klaster dengan laporan terbanyak, yakni sekitar 2.954 laporan, terdiri atas 1.741 laporan pemenuhan hak ASN dan 1.213 laporan terkait seleksi CPNS dan PPPK.

"Laporan substansi kepegawaian cenderung dominan, terutama pada periode seleksi CASN," ujar Robert.

Sementara itu, laporan pada bidang kesehatan tercatat sekitar 1.061 laporan, jaminan sosial sekitar 834 laporan, kesejahteraan sosial sekitar 1.208 laporan, dan ketenagakerjaan sekitar 766 laporan dalam periode yang sama.

Selain kepegawaian, Robert menyebut isu kesehatan menunjukkan kecenderungan meningkat dalam dua tahun terakhir, sedangkan laporan ketenagakerjaan relatif landai di kisaran ratusan laporan per tahun.

Ombudsman RI menjalankan dua fokus kerja utama, yakni pemeriksaan berbasis laporan masyarakat maupun inisiatif Ombudsman, serta pencegahan maladministrasi untuk memitigasi potensi masalah layanan agar tidak berulang.

Dari total laporan lima tahun terakhir, Ombudsman mencatat 9.421 laporan telah diselesaikan, sementara 76 laporan masih berproses hingga batas data 31 Desember 2025, dengan mayoritas berada pada substansi kepegawaian.

"Sebagian besar laporan dapat diselesaikan dan respons penyelenggara layanan terus membaik," tutur dia.

Ia menambahkan lima klaster pengawasan tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan hak masyarakat, sehingga penguatan kualitas layanan publik perlu terus didorong melalui perbaikan tata kelola, peningkatan akses, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.