Pemasangan Pemindai Suhu Bandara Ngurah Rai untuk Antisipasi Super Flu
Senin, 05 Jan 2026, 23:46 WIBBadung - Bandara I Gusti Ngurah Rai memasang thermo scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya penumpang diduga terinfeksi super flu atau influenza A (H3N2) subclade K.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati di Kabupaten Badung, Senin, mengatakan alat pemindai suhu yang digunakan adalah fasilitas yang dimiliki sejak COVID-19 lalu.
Ini digunakan kembali karena menilai gejalanya sama, sehingga ketika ada pengguna bandara yang mengalami demam bisa segera dipisahkan untuk ditangani.
âBandara I Gustu Ngurah Rai karena ini adalah pintu masuk internasional yang cukup besar penggunanya saya kira gejala yang kami pelajari dan kami dapatkan informasi kurang lebih mirip dengan orang flu hanya mungkin ada gejalanya sehingga mendeteksinya itu juga akan lebih terlihat ketika suhu badan tinggi,â kata Nugroho.
âSehingga pemindai suhu tubuh yang kami siapkan pada masa pandemi COVID-19 lalu bisa kami gunakan dan kami pasang kembali sejak saat ini,â sambungnya.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai itu memastikan seluruh alat berfungsi normal dan telah terpasang dengan jumlah sekitar 25.
Untuk mengantisipasi masuknya super flu ke Bali via bandara, pemindai suhu tubuh dipasang di alur-alur utama jalur kedatangan maupun keberangkatan internasional dan domestik.
âPosisi sudah terpasang, semua beroperasi dalam keadaan baik dan informasi lebih lanjut tentunya dari Kementerian Kesehatan terkait bagaimana perkembangan dan penanganan tindak lanjutnya,â ujar Nugroho.
Saat ini sendiri, di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari belum ditemukan penumpang yang berpotensi membawa Super Flu.
Meski demikian Nugroho memastikan pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi selain dengan pemindaian suhu setiap penumpang juga menyiagakan personel dan perawatan apabila diperlukan.
âUntuk sementara kami koordinasi dengan Balai Karantina Indonesia maupun dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Indonesia, sementara ini statusnya masih landai dan menjadi imbauan saja untuk tetap waspada, belum ada penerapan protokol khusus,â kata dia.
Untuk diketahui hingga saat ini data Kementerian Kesehatan menyebut sampai akhir Desember 2025 tercatat ada 62 kasus Super Flu yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
- Super Flu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Super Flu, Warga Diminta Tenang Namun Waspada
-
Hari Rabies Sedunia di Samarinda
-
Kim Jong Un Sindir AS: Siap Negosiasi Lagi Kalau Hentikan Obsesi Denuklirisasi
-
Komisi IX DPR Gelar Raker Bahas Program MBG
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun!
-
Tren Game Indie Buka Peluang Pengembang Lokal Tembus Pasar Global
-
Panglima TNI Tinjau Geladi Kotor HUT Ke-80 TNI Tahun 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.