• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tren Game Indie Buka Pelua...

Tren Game Indie Buka Peluang Pengembang Lokal Tembus Pasar Global

Minggu, 12 Okt 2025, 08:25 WIB

BADUNG - Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein menilai tren pasar game global yang kini mulai melirik genre indie dapat menjadi peluang bagi pengembang game lokal untuk masuk ke pasar global.

"Saat ini kita cuma lihat kualitas game bagus itu setara dengan (gim) GTA, padahal di global sendiri itu game indie itu yang sebenarnya paling dicari," kata Shafiq saat ditemui di ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Badung, Bali, Sabtu (11/10).

Ket. Foto: Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein saat ditemui di ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Badung, Bali pada Sabtu (11/10/2025). — Sumber: ANTARA

Shafiq mengatakan, game-game indie saat ini tengah diminati oleh konsumen global. Dia mencontohkan keberhasilan game buatan pengembang lokal "Coral Island" yang mencatat satu juta penjualan di platform Steam.

Tren tersebut juga didukung oleh platform game berbasis langganan yang membutuhkan konten-konten baru. Oleh karena itu, pemain besar seperti PlayStation dan Xbox mendorong pengembang indie untuk mendistribusikan gimnya di platform mereka.

Dilihat dari waktu pengembangannya, proses pengerjaan game indie terhitung lebih singkat apabila dibandingkan dengan game kelas atas atau AAA yang butuh waktu hingga bertahun-tahun.

Menurut Shafiq, tren tersebut menjadi peluang bagi Indonesia yang memiliki banyak studio pengembang game indie.

“Ini posisi yang menguntungkan untuk kita karena gudangnya studio game indie itu ada di Indonesia. Makanya big player seperti Xbox dan Sony mulai melirik ajang pameran pengembang game IGDX untuk melihat potensi lokal yang bisa diajak kerja sama,” katanya.

Shafiq menilai, pengembang gim Indonesia menunjukkan perkembangan pesat baik dari segi talenta maupun kualitas produknya,

Menurutnya, kualitas dan inovasi para pengembang dalam negeri bahkan sudah bisa bersaing dengan gim buatan mancanegara, khususnya di pasar Asia Tenggara.

Shafiq mendorong dukungan lebih dari berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat posisi industri gim nasional di pasar global.

"Sebenarnya kita udah siap banget secara kualitas dan secara industri. Tinggal didorong sedikit lagi, dibantu oleh para stakeholders juga, supaya ini semakin matang lagi," ujar dia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.