Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serabi Kalibeluk, Kuliner Legendaris Khas Batang dari Zaman Kerajaan Mataram Islam

📅 Sabtu, 03 Jan 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serabi Kalibeluk, Kuliner Legendaris Khas Batang dari Zaman Kerajaan Mataram Islam Doc: ANTARA
Ket. Seorang penjual Serabi Kalibeluk sedang menjajakan daganganya di Pasar Warungasem, Kabupaten Batang, Rabu (31/12/2025).

BATANG - Setiap daerah punya kuliner khasnya masing-masing, tak terkecuali Batang, sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki penganan yang sudah melegenda yaitu Serabi Kelibeluk.

Serabi khas ini, bukan sekadar cemilan, tapi memiliki cerita atau sejarah panjang sejak zaman Kerajaan Mataram Islam, tepatnya pada era Sultan Agung.

Serabi Kalibeluk diperkirakan pertama kali dibuat sekitar tahun 1663. Hal ini tidak terlepas dari sosok bernama Nyai Randinem (Mbok Rondo) yang pertama kali membuat, menjual, dan mengembangkan kue serabi tersebut.

Resep kue serabi itu dia dapatkan dari Ki Ageng Cempaluk dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ki Ageng Cempaluk ini adalah ayahanda dari Tumenggung Bahurekso yang merupakan Senopati Kerajaan Mararam Islam. Dia dikenal sebagai sosok pembuka jalan di Alas Roban yang dikenal angker.

Di balik rasanya yang gurih dan manis, makanan ini pada awalnya hanya dibuat oleh tiga orang. Namun, sekarang sudah ada belasan orang yang memproduksi kue Serabi Kalibeluk. Peningkatan ini terjadi sejak tahun 2008 karena banyaknya permintaan dari konsumen.

Serabi Kalibeluk ini sangat cocok apabila dikonsumsi bersama segelas kopi hitam sebagai teman di penghujung senja yang bisa menimbulkan efek tenang dan memiliki kesan nostalgia dengan masa lalu.

Bukan itu saja, makanan khas daerah Batang ini juga bisa menjadi sasaran tepat untuk perut anda yang sedang keroncongan karena serat serabi yang tebal ini terbilang bisa mengenyangkan.

Peningkatan produsen serabi, diduga tidak lepas dari usaha ini yang dinilai masyarakat sekitar sangat menguntungkan. Apalagi selama ini, Kalibeluk sudah dikenal orang sebagai tempat produsen serabi yang cukup terkenal. Bahkan, serabi ini bisa dikatakan identik dengan Kabupaten Batang.

Seorang perajin Serabi Kalibeluk, Fadhilah, mengungkapkan bahwa resep serabi yang digunakannya merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya. Keaslian resep inilah yang menjaga cita rasa serabi tetap otentik hingga saat ini.

Keunikan yang membedakan dibandingkan dengan serabi dari daerah lain, Serabi Kalibeluk memiliki ciri khas yang mencolok, terutama ukurannya yang jumbo dengan diameternya mencapai sekitar 10 sentimeter, jauh lebih besar dari serabi pada umumnya, sehingga satu serabi bisa dikonsumsi oleh beberapa orang.

Dari sisi tekstur, Serabi Kalibeluk memiliki tekstur khas berongga yang lembut di dalam. Adapun dari varian rasa, tersedia dua pilihan rasa utama yaitu original (santan gurih yang autentik) dan gula merah (manis legit yang menggugah selera).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Jangan Asal Ngecas! Ini Tat...
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.