Percepat Pemulihan Bencana, Polri Kerahkan Alat Berat ke Aceh, Sumbar, dan Sumut
Sabtu, 03 Jan 2026, 13:20 WIBJAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sejumlah alat berat guna memaksimalkan percepatan pemulihan sejumlah wilayah di Sumatera, setelah dilanda bencana banjir bandang.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri memahami betul beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana, karena rumah, lingkungan, dan akses hidupnya tertimbun lumpur serta material lainnya. Dia menegaskan Polri tak akan berhenti sampai seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih.
"Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,â kata Trunoyudo di Jakarta, Sabtu (3/1).
Hingga saat ini, dia menyampaikan bahwa Polri telah mengerahkan total 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pengerahan tersebut dilakukan secara terbuka dan terukur untuk membersihkan lumpur dan material banjir, membuka akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.
Di wilayah Aceh, menurut dia, alat berat Polri dikerahkan secara luas di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara.
Dia menjelaskan sedikitnya 27 unit alat berat bekerja setiap hari untuk membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, membangun serta memperkuat tanggul sungai, hingga mengamankan harta benda masyarakat.
Untuk di Sumatera Barat, menurut dia, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses, membersihkan pemukiman dan fasilitas layanan publik, serta memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan.
Upaya itu terus dilakukan secara berkelanjutan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.
Di Sumatera Utara, dia mengatakan pengerahan 47 unit alat berat dilakukan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kesabaran serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit ini. Untuk itu, Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak.
Menurut dia, Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mengerahkan alat berat dan seluruh kemampuan yang dimiliki, serta memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga, hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar kembali pulih.
"Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,â katanya.
- Pemulihan bencana
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bupati OKU Minta Seluruh Perangkat Daerah Gelar Pangan Murah Selama Ramadan
-
TNI Selesaikan Jembatan di Tapanuli Tengah, Permudah Aktivitas Warga
-
Kemenag: 98 Persen Masjid dan Mushala Terdampak Bencana di Aceh Sudah Berfungsi
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
-
Pusdalops: 3.554 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatra Utara
-
Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 5 Februari, 8 Desa Masih Terisolasi
-
Kementerian PU Percepat Penanganan 38 Muara Sungai Pascabencana di Aceh, Sumut, Sumbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.