Ditemukan Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Potensi Tembus 1 Triliun Kaki Kubik
Jumat, 02 Jan 2026, 20:45 WIBJAKARTA - Perusahaan energi asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan gas alam signifikan di sumur eksplorasi Konta-1 yang berada di wilayah kerja PSC Muara Bakau, Cekungan Kutei. Lokasi penemuan ini terletak sekitar 50 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur dan langsung mencuri perhatian industri migas global.
Berdasarkan estimasi awal, penemuan tersebut memiliki cadangan gas di tempat atau gas in place (GIIP) sekitar 600 miliar kaki kubik. Angka ini masih berpotensi meningkat hingga melampaui 1 triliun kaki kubik jika seluruh prospek yang ada dapat dikembangkan.
Sumur Konta-1 dibor hingga kedalaman total 4.575 meter pada perairan sedalam 570 meter. Proses pengeboran ini berhasil menemukan gas di empat reservoir batupasir berusia Miosen dengan kualitas petrofisik yang dinilai sangat baik.
Keempat reservoir tersebut menjadi objek pengumpulan data yang intensif untuk memastikan karakteristik dan potensi produksinya. Hasil awal menunjukkan struktur geologi yang mendukung pengembangan lapangan gas skala besar.
Salah satu reservoir telah menjalani uji alir sumur atau drill stem test (DST) dengan hasil yang tergolong impresif. Uji tersebut menghasilkan aliran gas hingga 31 juta kaki kubik per hari serta kondensat sekitar 700 barel per hari.
Berdasarkan hasil DST tersebut, Eni memperkirakan potensi produksi gabungan dari beberapa reservoir dapat mencapai 80 juta kaki kubik gas per hari. Selain itu, produksi kondensat diperkirakan bisa menembus 1.600 barel per hari.
Estimasi awal menyebutkan volume gas sebesar 600 miliar kaki kubik berasal dari empat reservoir yang berhasil ditembus oleh jalur sumur. Namun, masih terdapat segmen reservoir tambahan di area Prospek Konta yang belum ditembus pengeboran.
Reservoir tambahan tersebut memiliki karakteristik gas yang serupa dengan yang sudah ditemukan. Jika dikonfirmasi melalui pengeboran lanjutan, total volume gas di area ini berpotensi melampaui 1 triliun kaki kubik GIIP.
Keunggulan lain dari penemuan Konta-1 adalah lokasinya yang dekat dengan fasilitas produksi yang sudah ada. Kondisi ini membuka peluang sinergi yang kuat untuk pengembangan lapangan secara lebih efisien dan cepat.
Eni bahkan telah mempelajari opsi pengembangan jalur cepat atau fast-track development untuk mempercepat produksi. Strategi ini dinilai dapat menekan biaya sekaligus mempercepat kontribusi gas terhadap pasokan energi nasional.
Penemuan ini juga memberikan dorongan besar bagi kelanjutan kampanye eksplorasi Eni di Cekungan Kutei. Perusahaan merencanakan pengeboran empat sumur eksplorasi tambahan sepanjang tahun 2026.
Langkah tersebut menegaskan optimisme Eni terhadap potensi geologi di kawasan ini. Penemuan Konta-1 menjadi bukti konkret efektivitas strategi eksplorasi dekat lapangan eksisting yang diterapkan perusahaan.
Strategi tersebut mengandalkan pemahaman mendalam terhadap sistem geologi serta pemanfaatan teknologi geofisika canggih. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi prospek dengan risiko yang lebih terukur.
Sumur Konta-1 berada di PSC Muara Bakau yang saat ini dioperasikan oleh Eni. Perusahaan tersebut memegang saham sebesar 88,334 persen, sementara sisanya 11,666 persen dimiliki oleh Saka Energi.
PSC Muara Bakau merupakan bagian dari portofolio blok migas yang akan dikelola oleh perusahaan patungan baru atau NewCo. Entitas ini dibentuk oleh Eni bersama PETRONAS untuk mengelola aset di Asia Tenggara.
NewCo nantinya akan mengelola total 19 blok, terdiri dari 14 blok di Indonesia dan lima blok di Malaysia. Portofolio ini menggabungkan kekuatan teknis, finansial, dan pengalaman regional kedua perusahaan.
Dalam lima tahun ke depan, NewCo menargetkan investasi lebih dari US$15 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan sedikitnya delapan proyek baru dan mengebor 15 sumur eksplorasi.
Investasi tersebut ditujukan untuk mengembangkan sekitar 3 miliar barel setara minyak (boe) dari cadangan yang telah ditemukan. Selain itu, terdapat potensi eksplorasi tanpa risiko hingga sekitar 10 miliar boe.
Penutupan transaksi pembentukan NewCo ditargetkan terjadi pada tahun 2026. Kehadiran entitas ini diharapkan memperkuat posisi Eni dan PETRONAS dalam peta energi kawasan Asia Tenggara.
Eni sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2001. Saat ini, perusahaan memiliki portofolio aset yang mencakup tahap eksplorasi, pengembangan, hingga produksi.
Produksi ekuitas Eni di Indonesia tercatat sekitar 90.000 boe per hari. Produksi tersebut berasal dari lapangan Jangkrik dan Merakes yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Dengan penemuan Konta-1, Eni mempertegas komitmennya terhadap pengembangan energi di Indonesia. Temuan ini juga memperkuat posisi Cekungan Kutei sebagai salah satu wilayah migas paling prospektif di Asia Tenggara.
- migas
- Kalimantan Timur
- Kalimantan
- Gas Bumi
- Cadangan Gas
- gas alam
- Industri Migas
- minyak dan gas (migas)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
DPR Minta SPPG di Kepri Pasang Label Batas Waktu Aman Konsumsi MBG
-
Ceko ke Piala Dunia 2026 setelah Singkirkan Denmark dalam Adu Penalti
-
Sikap China Terkait Ancaman Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran dan Krisis Energi Global
-
Kejar Zero Accident, PDC Bekali 54 Pengemudi Ilmu Defensive Driving
-
Empat Pekerja Proyek Tewas, Polisi Periksa Mandor dan Pemilik Gedung
-
Harga Emas, Pengamat menilai Emas Masih Bisa Sentuh 6.000 Dolar Meski ada Koreksi Tajam
-
RI Ketiban Rezeki! Ditemukan Cadangan Gas Raksasa Setara Miliaran Barel di Blok Ganal Kaltim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.