Festival Depok Heritage 2026 Digelar 27-28 Juni, Parade Budaya hingga Tembang Kenangan Siap Meriahkan Depok Lama

Minggu, 21 Jun 2026, 16:55 WIB

Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat menggelar wisata Festival Depok Heritage 2026 yang digelar pada 27-28 Juni 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik Sartika di Depok, Minggu (21/6), mengatakan festival akan dipusatkan di kawasan bersejarah Depok Lama, mulai dari Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

Ket. Foto: Jembatan Panus yang merupakan peninggalan zaman Belanda di Kawasan Depok Lama. — Sumber: Antara

"Festival Depok Heritage menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Kaum Depok sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Depok kepada masyarakat," ujar Startik.

Menurut Startik, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif.

Sebanyak 50 pelaku UMKM akan turut meramaikan festival dengan menghadirkan beragam kuliner, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran foto heritage yang menampilkan perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa di Depok Historical Studio.

"Kami ingin masyarakat bisa menikmati suasana Depok Lama sekaligus mengenal lebih dekat sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota ini," katanya.

Tidak hanya itu, para seniman akan terlibat dalam Festival Art Depok Lama dengan menghadirkan karya mural yang terinspirasi dari sejarah dan kehidupan masyarakat Depok.

Aktivitas tersebut diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus media edukasi budaya bagi masyarakat.

Memasuki sore hari, suasana akan semakin semarak dengan parade budaya yang melibatkan ratusan warga Kaum Depok.

Mengenakan busana tempo dulu, mereka akan berjalan dari Jalan Pemuda menuju kawasan YLCC, menghadirkan suasana yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.

"Parade budaya menjadi salah satu atraksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Depok dari masa ke masa," katanya.

Ketika malam tiba, kawasan Depok Lama akan berubah menjadi ruang nostalgia lintas generasi melalui acara Depok Lama Tembang Kenangan. Lagu-lagu populer era 1970 hingga 1980-an akan mengiringi suasana hangat kebersamaan warga.

Festival hari pertama kemudian ditutup dengan penampilan Koplo Disko yang memadukan musik modern dengan semangat kebersamaan masyarakat.

Perayaan tidak berhenti di situ. Pada 28 Juni 2026, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan agenda internal YLCC berupa Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang dilaksanakan di GPIB Immanuel Depok.

Di hari yang sama, masyarakat juga masih dapat menikmati pameran foto sejarah di Depok Historical Studio, bazar UMKM, serta menyaksikan proses penyelesaian akhir mural yang menjadi bagian dari Festival Art Depok Lama.

Lebih dari sekadar festival budaya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Kota Depok dibangun di atas fondasi keberagaman.

Dari sejarah Kaum Depok hingga kehidupan masyarakat saat ini, nilai toleransi, gotong royong, dan kebersamaan menjadi modal sosial yang terus dijaga.

"Harapannya masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga semakin mengenal sejarah kotanya, menghargai warisan budaya yang dimiliki, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Depok sebagai rumah bersama," ujarnya.

Melalui Festival Depok Heritage, jejak panjang Kaum Depok tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat dan diwariskan.

Sebab di tengah perubahan zaman, sejarah dan keberagaman tetap menjadi identitas yang menyatukan warga Depok dari berbagai latar belakang.

  • Kota Depok

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.