Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Normalisasi Aliran Sungai di Aceh dan Sumatera

📅 Selasa, 30 Des 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Normalisasi Aliran Sungai di Aceh dan Sumatera Doc: Antara
Ket. Petugas memasukkan bahan semai ke dalam pesawat Cessna PK SNP di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (29/11/2025).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk normalisasi aliran sungai dan drainase primer di Aceh dan Sumatera.

"OMC masih terus kita lakukan, saat ini Aceh empat pesawat, Sumatera Utara dua pesawat, dan Sumatera Barat tiga pesawat. Atensi kita sebenarnya saat ini tidak hanya hujan ekstrem karena hujan intensitas sedang pun itu bisa membuat banjir, karena daya tampung dari drainase primer saluran-saluran air itu sangat terbatas," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

Abdul menjelaskan, normalisasi sungai tersebut terus dioptimalkan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI dan Polri untuk memaksimalkan daya tampung air di jalur-jalur drainase primer. Total sembilan pesawat dikerahkan untuk OMC yang termasuk operasi paling besar dalam sejarah di Indonesia.

"Ini juga menjadi salah satu titik poin untuk atensi kita, karena di setiap ruas-ruas darurat atau ruas yang masih bisa digunakan itu sangat banyak debris-debris (gangguan), baik itu kayu maupun barang-barang lain seperti lumpur yang bisa saja menghambat kemudian bisa membuat luapan air yang bisa menjadi banjir susulan," paparnya.

Abdul menegaskan, saat ini Indonesia tengah berada pada puncak musim hujan, bahkan di beberapa daerah termasuk dalam kondisi ekstrem, oleh karena itu, di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlu terus dilakukan OMC untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor susulan.

BNPB juga terus menyalurkan logistik untuk masyarakat di Aceh, utamanya agar bisa menjangkau dua kabupaten utama di Aceh Tengah dan Benar Meriah. Selain logistik dasar permakanan, BNPB juga menyalurkan logistik energi, khususnya BBM dan LPG.

"Perbaikan jaringan kelistrikan, ini juga terus dipercepat karena sebenarnya kunci dari percepatan upaya pemulihan ini ada dua, sektor transportasi, sektor akses jalan, dan kemudian sektor kelistrikan. Kalau akses jalan sudah terhubung, listrik tersambung, maka BTS bisa berfungsi, PDAM bisa me-restart kembali generator untuk air pump, ekonomi masyarakat bisa bergerak, dan kita harapkan proses pemulihan bisa lebih cepat," ucap Abdul Muhari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.