Perluas Kerajaan AI, Nvidia Rekrut Pimpinan Groq

Kamis, 25 Des 2025, 10:04 WIB

SAN FRANCISCO - Nvidia telah merekrut pimpinan sebuah perusahaan rintisan chip AI yang menjanjikan, demikian pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (24/12), seiring raksasa kecerdasan buatan itu memperluas kerajaan teknologinya.

Produsen chip Groq mengatakan kepergian para eksekutif puncak mereka merupakan bagian dari perjanjian lisensi non-eksklusif dengan Nvidia untuk teknologi inferensi mereka, karena kedua perusahaan berupaya memperluas akses ke pemrosesan AI berbiaya rendah.

Ket. Foto: Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang — Sumber: TechCrunch

Berdasarkan perjanjian tersebut, pendiri Groq, Jonathan Ross, dan presiden Sunny Madra, bersama anggota tim lainnya, akan bergabung dengan Nvidia untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan skala teknologi Groq.

Dominasi Nvidia di pasar chip pelatihan AI telah menjadikannya perusahaan terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, tetapi mereka menghadapi persaingan yang semakin meningkat di segmen inferensi dari perusahaan rintisan khusus seperti Groq.

Inferensi AI merujuk pada proses menjalankan model AI yang telah dilatih sebelumnya untuk membuat prediksi atau menghasilkan respons – seperti ketika ChatGPT menjawab pertanyaan pengguna atau ketika sistem pengenalan gambar mengidentifikasi objek dalam sebuah foto.

Groq akan tetap menjadi perusahaan independen di bawah pimpinan kepala eksekutif baru, Simon Edwards, demikian pernyataan singkat perusahaan tersebut.

Pernyataan itu dirilis tak lama setelah laporan CNBC yang menyebutkan Nvidia membeli Groq secara keseluruhan seharga $20 miliar, meskipun sebuah sumber yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada penjualan yang terjadi.

Pengaturan ini menyerupai "akuisisi karyawan" – praktik yang semakin umum di Silicon Valley di mana perusahaan teknologi yang lebih besar merekrut staf kunci dari perusahaan yang lebih kecil, sehingga hanya menyisakan sebagian kecil dari perusahaan tersebut.

Praktik ini sebagian besar dirancang untuk menghindari pengawasan regulator persaingan usaha yang menjadi waspada terhadap raksasa teknologi yang mengakuisisi perusahaan-perusahaan menjanjikan yang berpotensi menjadi pesaing.

Contoh terbaru termasuk kesepakatan Microsoft dengan perusahaan rintisan AI Inflection AI pada tahun 2024, yang membuat salah satu pendiri Mustafa Suleyman dan sebagian besar tim bergabung dengan Microsoft sementara perusahaan tersebut tetap independen.

Google juga melakukan langkah serupa, merekrut tim dari perusahaan rintisan AI seperti Character.AI pada tahun 2024.

Kesepakatan Meta pada tahun 2025 untuk berinvestasi sebesar $14,3 miliar di Scale AI dan merekrut CEO-nya, Alexandr Wang, untuk memimpin laboratorium AI "superintelijen" barunya dianggap sebagai salah satu akuisisi terbesar hingga saat ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.