BEI Bidik Startup dan Industri Kreatif Ramaikan Bursa Saham
Senin, 25 Mei 2026, 17:10 WIBJAKARTA â Dorongan agar perusahaan sektor ekonomi kreatif masuk ke pasar modal menjadi langkah strategis untuk memperluas sumber pembiayaan sekaligus memperkuat struktur bisnis industri berbasis inovasi.
Selama ini, banyak pelaku ekonomi kreatif masih bergantung pada pendanaan terbatas sehingga sulit melakukan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan pasar modal, perusahaan kreatif berpeluang memperoleh akses modal jangka panjang yang lebih besar untuk pengembangan produk, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
Di sisi lain, masuknya sektor ekonomi kreatif ke bursa juga dapat memperkaya pilihan investasi di pasar keuangan domestik.
Industri kreatif yang didominasi bisnis berbasis ide, teknologi, dan kekayaan intelektual dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Namun, tantangan utamanya terletak pada kesiapan tata kelola, transparansi laporan keuangan, serta kemampuan menjaga keberlanjutan model bisnis agar mampu memenuhi standar dan kepercayaan investor publik.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan-perusahaan di sektor ekonomi kreatif untuk menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan telah melakukan diskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, untuk memahami struktur bisnis perusahaan di sektor ekonomi kreatif.
âTadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Ekraf, bagaimana supaya kita bisa menjalin kerja sama, bertukar informasi, supaya kami di Bursa bisa melihat prospek, memahami struktur bisnis di industri kreatif. Teman-teman di industri kreatif juga bisa mulai mempersiapkan diri, memahami bagaimana regulasi untuk bisa menjadi perusahaan tercatat,â ujar Jeffrey diwawancarai cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin (25/5).
Jeffrey memastikan BEI akan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, yang tentunya pertumbuhannya akan memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia.
âDengan bertumbuhnya ekonomi kreatif bagian dari perusahaan tercatat di Indonesia, tentu akan membuat portofolio industri di pasar modal kita akan lebih beragam. Sesuai dengan teori diversifikasi, tentu itu akan baik buat Bursa kita, sehingga ada tambahan sektor atau industri yang pertumbuhannya juga baik,â ujar Jeffrey.
Ia memastikan bahwa BEI akan menyambut baik perusahaan-perusahaan sektor industri kreatif yang berencana masuk ke pasar modal Indonesia dan memastikan akan memprosesnya secara baik.
âTentu semua dokumen (IPO) yang masuk akan kita proses ya. Seperti yang saya sampaikan tadi, apabila ada dari industri kreatif, itu tentu akan baik, bagi diversifikasi portofolio sektor industri yang ada,â ujar Jeffrey.
Dalam kesempatan ini, BEI memfasilitasi PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dalam melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan lebih dari 150 artis dan kreator konten nasional.
Melalui Folago AI Digital Twin, IRSX berinisiatif membuka akses pelaku UMKM ke ekosistem periklanan berbasis public figure dengan proses yang terstandardisasi, tanpa negosiasi konvensional yang panjang, serta dengan struktur biaya yang terjangkau sesuai skala bisnis mereka.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan terdapat satu perusahaan sektor hiburan (entertainment) berada dalam antrean akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Calon emiten tersebut bergerak di industri entertainment dan memiliki lini bisnis kebun binatang, dengan potensi penghimpunan dana dalam jumlah yang besar.
Adapun, spekulasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, salah satu nama yang ramai dikaitkan dengan rencana IPO sektor hiburan tersebut adalah RANS Entertainment milik artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Perusahaan tersebut saat ini sedang mengembangkan bisnis kebun binatang di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dan sempat memaparkan rencana untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia.
- BEI
- Initial Public Offering (IPO)
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Layanan Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek pada Jumat
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Perangi Pencurian Ikan Lintas Negara! KKP Gaspol Latih Pengawas Perikanan se-Asia
-
Bundesliga Jerman: Bayern Pecahkan Rekor, Selangkah Lagi Menuju Gelar
-
OJK Papua Gencarkan Edukasi Keuangan Petani Lewat NokenKu, Strategi Ampuh Cegah Pinjol Ilegal dan Tingkatkan Kesejahteraan
-
Minyakita Tembus Rp15.900, Mendag Bongkar Biang Keroknya: Gara-gara Plastik
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.