Trump: Amerika Serikat Membutuhkan Greenland untuk Keamanan Nasional

Rabu, 24 Des 2025, 01:00 WIB

KOPENHAGEN — Presiden Donald Trump pada hari Senin (22/12), menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat (AS) membutuhkan Greenland untuk "keamanan nasional" setelah melakukan penunjukan utusan khusus ke pulau Arktik di Denmark tersebut memicu perselisihan baru dengan Kopenhagen.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump berulang kali mengatakan bahwa AS "membutuhkan" wilayah otonom yang kaya sumber daya tersebut karena alasan keamanan dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengamankannya.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Louisiana Jeff Landry saat di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington. — Sumber: Brendan SMIALOWSKI

Dikutip dari AFP, Trump menunjuk gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland, yang memicu kemarahan dari Denmark, yang memanggil duta besar AS.

"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral," kata Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, pada hari Senin.

"Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke sepanjang pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Russia dan Tiongkok di mana-mana," katanya.

"Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya," kata presiden, menambahkan bahwa Landry "ingin memimpin upaya tersebut".

Setelah dilantik, Landry langsung berjanji untuk menjadikan wilayah Denmark itu "bagian dari AS".

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pada Senin pagi mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland.

"Anda tidak dapat mencaplok negara lain," kata mereka. "Kami mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama kami."

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan dia "sangat marah" atas langkah tersebut dan memperingatkan Washington untuk menghormati kedaulatan Denmark.

Uni Eropa kemudian menawarkan "solidaritas penuh" kepada Denmark.

Menteri Luar Negeri Denmark sebelumnya mengatakan kepada televisi TV2 bahwa penunjukan dan pernyataan tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan, beberapa jam kemudian, mengatakan bahwa duta besar AS telah dipanggil ke kementerian untuk memberikan penjelasan.

"Kami memanggil duta besar Amerika ke kementerian luar negeri hari ini untuk sebuah pertemuan, bersama dengan perwakilan Greenland, di mana kami dengan sangat jelas menarik garis merah dan juga meminta penjelasan," kata Lokke Rasmussen kepada penyiar publik DR dalam sebuah wawancara.

Lokasi Strategis

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menekankan di media sosial bahwa integritas teritorial dan kedaulatan adalah "prinsip-prinsip mendasar hukum internasional."

Para pemimpin Denmark dan Greenland telah berulang kali menegaskan bahwa pulau yang luas itu tidak untuk dijual dan bahwa pulau itu akan menentukan masa depannya sendiri.

Sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland ingin merdeka dari Denmark tetapi tidak ingin menjadi bagian dari AS, menurut jajak pendapat pada bulan Januari.

Lokke Rasmussen mengatakan penunjukan utusan khusus oleh Trump menegaskan berlanjutnya minat AS terhadap Greenland.

"Namun, kami menegaskan bahwa semua orang — termasuk AS — harus menunjukkan rasa hormat terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark," katanya dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada AFP.

Washington berpendapat bahwa Greenland, yang terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, dapat memberikan keunggulan ekonomi dibandingkan para pesaingnya di wilayah Arktik.

Pulau ini memiliki cadangan mineral langka yang belum dieksploitasi dan dapat menjadi pemain penting seiring mencairnya es kutub dan munculnya jalur pelayaran baru.

Letak Greenland juga menempatkannya di jalur terpendek bagi rudal antara Russia dan AS.

AS memiliki pangkalan militer Pituffik di Greenland dan membuka konsulat di pulau itu pada Juni 2020.

Pada bulan Agustus, Denmark memanggil kuasa usaha AS setelah setidaknya tiga pejabat AS yang dekat dengan Trump terlihat di Nuuk, ibu kota Greenland, mencoba mencari tahu bagaimana perasaan masyarakat tentang memperdalam hubungan AS.

Tekad Trump untuk mengambil alih Greenland telah mengejutkan Denmark, sesama anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization)  yang telah berjuang bersama AS dalam perang di Afghanistan dan Irak.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.