Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pulihkan Ekonomi Aceh Pascabanjir, Mentan Dorong Investasi Peternakan

📅 Selasa, 23 Des 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulihkan Ekonomi Aceh Pascabanjir, Mentan Dorong Investasi Peternakan Doc: Antara
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri), Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) memberi keterangan kepada awak media usai kedua bela pihak melakukan pertemua di kediaman Menteri Pertanian di Jakarta, Senin (22/12).

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah mendukung investasi peternakan pakan ayam dan susu di Aceh sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana banjir di daerah itu.

Investasi tersebut mencakup pengembangan peternakan hulu hingga hilir, termasuk pembangunan pabrik susu dan sistem produksi terintegrasi, guna memperkuat ketersediaan protein hewani sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

"Iya tadi ada pembahasan investasi pakan ayam dan susu di Aceh, dan kita suport investasi peternakan, dari hulu tapi dia mau ada investornya. Kemudian pabrik susu, dua itu kita support," kata Mentan Amran usai menerima kunjungan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Jakarta, Senin (22/12).

Seluruh lokasi investasi direncanakan berada di Aceh, dengan dukungan pemerintah berupa rekomendasi kebijakan, fasilitasi perizinan, serta penguatan ekosistem usaha agar investor swasta dapat beroperasi secara optimal.

Pemerintah memastikan pengembangan peternakan dilakukan terpadu dari pakan, pembibitan, hingga pengolahan, sehingga Aceh mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa ketergantungan berlebihan terhadap pasokan luar daerah.

"Wilayahnya di Aceh, dua-duanya di Aceh. Itu untuk pemulihan ekonomi pascabencana banjir di Aceh," ujarnya.

Selain Aceh, konsep investasi serupa juga dirancang diperluas ke kawasan timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, guna mendorong pemerataan pembangunan pangan dan protein nasional.

Investasi di Aceh bersumber dari swasta dan bukan bagian dari proyek Danantara, dengan fokus membangun sistem produksi yang mampu menopang kebutuhan regional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

"Bukan dari Danantara, (tapi) dari swasta," ucap Amran.

Pemerintah melihat investasi peternakan sebagai instrumen penting pemulihan pascabencana, karena mampu menggerakkan sektor riil, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta menjaga stabilitas pasokan pangan.

Melalui dukungan kebijakan dan sinergi pusat-daerah, Mentan optimistis Aceh dapat tumbuh menjadi wilayah mandiri pangan dan protein, sejalan dengan visi pembangunan pertanian nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kita rencana semua daerah-daerah mandiri pangan dan protein. Itu mimpi kita," tegas Amran.

Meski begitu, ia belum merinci nilai investasi maupun identitas investor yang akan mengembangkan pabrik di Aceh, namun menegaskan seluruh rencana tersebut tetap berjalan dan dilaksanakan oleh pihak swasta.

Adapun pemerintah menargetkan pengembangan investasi peternakan di 13 titik secara bertahap, dimulai Januari tahun depan, sebagai fondasi kemandirian pangan daerah berbasis potensi lokal. Pengembangan itu dilakukan dengan dukungan pembiayaan dari Danantara sebesar Rp20 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.