Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Jaktim Ajak Orang Tua Variasikan Olahan Ikan untuk Anak

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Pemkot Jaktim Ajak Orang Tua Variasikan Olahan Ikan untuk Anak Doc: ANTARA/ Ganet
Ket. Sajian ikan di meja makan memberikan manfaat bagi kebutuhan gizi anak di Jakarta.

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong para orang tua agar menyajikan menu olahan ikan yang lebih variatif sehingga anak-anak mereka terbiasa mengonsumsi makanan berprotein itu sejak dini.

"Anak-anak makan ikan itu tergantung pola dari orang tua. Mereka akan malas makan ikan, tapi mungkin dengan inovasi dari orang tua, memberikan ikan dalam bentuk berbeda, dikemas, lebih variatif, bisa membuat anak-anak suka," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi di Jakarta Timur, Rabu (27/8).

Menurut dia, penyajian makanan bergizi dalam bentuk yang menarik dapat membuat anak-anak menyukainya sehingga mereka mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Terlebih, kebiasaan makan ikan di sebagian masyarakat masih rendah karena penyajiannya yang monoton bagi anak.

Padahal, sambung dia, ikan memiliki kandungan protein tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan anak, terutama dalam mencegah stunting.

"Kita kan masih dihadapkan pada persoalan stunting, kemudian anak-anak yang malas makan mungkin dengan pemberian makanan yang sudah dikemas, harapannya mereka ini akan suka dengan makanan-makanan yang bernilai gizi tinggi," jelas Fauzi.

Di sisi lain, Pemkot Jaktim bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta untuk menggelar sosialisasi gizi seimbang melalui kegiatan gemar makan ikan (Gemarikan) di sekolah-sekolah.

Program itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak serta orang tua mengenai manfaat ikan bagi kesehatan.

"Idealnya, ketika ada program ini, stuntingnya harusnya turun. Tapi ketika itu standar, atau angka stunting malah naik, perlu monitoring dan evaluasi untuk dicermati bersama agar Gemarikan sesuai harapan kita," ucap Fauzi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan dengan membiasakan anak makan ikan sejak usia dini, maka dapat membantu meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Selain itu, konsumsi ikan yang rutin juga merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program pencegahan stunting yang sedang digalakkan pemerintah.

"Orang tua perlu lebih kreatif dalam mengolah ikan, tidak hanya digoreng, bisa dibuat sup, bakso ikan, nugget ikan, atau dimasak dengan bumbu yang lebih disukai anak-anak. Jadi anak lebih suka," tutur Taufik.

Seperti diketahui, Suku Dinas KPKP Jaktim menargetkan angka konsumsi ikan sebanyak 48,91 kilogram (kg) per orang selama 2025.

Pada 2024, angka konsumsi ikan di Jakarta mencapai 48,92 kg per orang. Angka tersebut mencapai target, yakni 48,65 kg per orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Usulkan Pembentu...
Luar Negeri
Ketika Eropa Membara, Korba...

BMKG Waspadai Kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Kemunculan Bi...
Luar Negeri
Pakistan Terancam Gelap Gul...
Luar Negeri
Prancis Disapu Gelombang Pa...
Daerah
Khofifah Pastikan Pasokan B...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.