Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kowani: Maknai Hari Ibu sebagai Hari Perjuangan Wanita

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:06 WIB | Oleh:
Kowani: Maknai Hari Ibu sebagai Hari Perjuangan Wanita Doc: ANTARA/Maulana Surya
Ket. Sejumlah anggota komunitas Wanita Berkebaya Indonesia berbagi makanan kepada warga di kawasan Taman Monumen 45 Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (22/12).

JAKARTA -- Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengingatkan agar bangsa Indonesia memaknai peringatan Hari Ibu sebagai hari perjuangan, pengabdian, dan tonggak kebangkitan perempuan.

“Hari Ibu lahir dari Kongres Perempoean Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928. Ini adalah tonggak kebangkitan kesadaran perempuan Indonesia sebagai subjek perjuangan, pembangunan, dan peradaban bangsa,” kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu di Indonesia pada 22 Desember merupakan Hari Perempuan Indonesia yang berakar kuat pada sejarah perjuangan bangsa. Perempuan Indonesia, ujar dia melanjutkan, merupakan pendidik generasi, penjaga nilai, penguat keluarga, sekaligus mitra strategis negara.

Dalam momentum Hari Ibu ke-97 ini, Kowani juga menyampaikan duka cita dan solidaritas nasional atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kowani menyoroti dampak kemanusiaan yang berat, terutama bagi perempuan, anak-anak, dan lansia.

Kemudian dalam menghadapi bonus demografi dan tantangan bangsa, Kowani menegaskan komitmen perjuangan perempuan Indonesia terhadap isu-isu strategis, antara lain kesehatan perempuan, stunting, dan anemia.
Lalu, ada pula terkait dengan isu pencegahan TBC dan penyakit menular, penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberantasan perdagangan manusia dan eksploitasi, perlindungan anak terlantar dan penyandang disabilitas, serta perlindungan pekerja migran Indonesia secara bermartabat.

Menjelang 100 Tahun Kowani dan memasuki 1.000 hari menuju abad kedua, organisasi perempuan lintas bidang itu menegaskan bahwa fase tersebut adalah masa kerja nyata, bukan euforia. Seluruh gerakan perempuan diarahkan untuk mendukung Astacita, pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Berikutnya, Kowani juga menyerukan gerakan nasional perempuan Indonesia dalam satu barisan STOP Narkoba, STOP Kekerasan, STOP Perdagangan Manusia, STOP Anak Terlantar, dan STOP TBC demi masa depan bangsa yang berkeadaban.

“Hari Ibu ke-97 adalah momentum pengabdian bersama. Ketika perempuan Indonesia sehat, berdaya, dan bermartabat, bangsa ini akan melangkah pasti ke masa depan,” ujar Nannie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.