Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Sulteng Alokasikan Rp5,6 Miliar untuk Pengadaan Antropometri

📅 Minggu, 21 Des 2025, 09:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulteng Alokasikan Rp5,6 Miliar untuk Pengadaan Antropometri Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido.

DONGGALA –Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan dana insentif fiskal sebesar Rp5,6 miliar untuk pengadaan antropometri yang merupakan alat deteksi dini kasus stunting.

“Pemprov Sulteng telah mengalokasikan dana insentif fiskal Rp5,6 miliar untuk pengadaan alat antropometri standar serta penguatan pendampingan enumerator saat survei,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido, di Donggala, Sabtu (20/12).

Alat antropometri adalah seperangkat alat ukur untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan fisik, terutama pada anak, seperti timbangan bayi, timbangan injak dan infanometer untuk mengukur panjang badan bayi.

Selain itu, stadiometer untuk mengukur tinggi badan, pengukur lingkar lengan atas (LILA) dan pengukur lingkar kepala (LK).

Alat-alat itu digunakan di Posyandu dan fasilitas kesehatan (faskes) untuk memantau status gizi dan memastikan anak tumbuh sesuai standar kesehatan.

“Kesalahan pengukuran menjadi penyebab fluktuasi data. Itu yang kita benahi sekarang,” ujarnya.

Wagub yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulteng  menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK adalah ujung tombak utama penurunan stunting karena bergerak langsung hingga tingkat dasawisma.

“Struktur PKK memungkinkan intervensi 'by name', 'by address', 'by case'. Ini yang membuat program berjalan nyata di lapangan,” katanya.

Ia memaparkan bahwa prevalensi stunting Sulteng berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) turun dari 27,1 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen di 2024.

Sementara pada 2025, meski tidak dilakukan SSGI, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat​​​​​​​ (EPPGBM) menunjukkan capaian yang lebih baik, yakni sekitar 9,6 persen secara provinsi dan 19,6 persen di Kabupaten Donggala.

Wakil Bupati Donggala, Taufik Burhan menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Donggala menunjukkan penurunan signifikan, dari 34,1 persen pada 2023 menjadi 29,16 persen di 2024.

Berdasarkan data terakhir telah mencapai 17,1 persen, di bawah standar nasional 18,6 persen. 'Ini hasil kerja kolaboratif semua pihak, terutama peran PKK, kader Posyandu dan tenaga kesehatan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Nasional
Kemenperin Dukung Pelestari...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.