Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI Percepat Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Usai Banjir dan Longsor

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 19:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNI Percepat Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Usai Banjir dan Longsor Doc: Puspen TNI
Ket. Pasca banjir dan longsor, TNI membantu pemulihan RSUD Aceh Tamiang agar pelayanan medis kepada masyarakat segera berjalan optimal.

TNI mengerahkan 100 prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 853/Bawar Reje Bur, Kodam Iskandar Muda, untuk membantu pembersihan fasilitas utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan tanah longsor, di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada fasilitas vital pelayanan publik. Para prajurit TNI bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, serta sisa material banjir yang menggenangi sejumlah area rumah sakit, guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi pasien, tenaga medis, serta pengunjung.

Pembersihan difokuskan pada area-area penting, antara lain ruang pelayanan pasien, ruang rawat inap, saluran drainase, halaman rumah sakit, serta fasilitas umum lainnya yang terdampak. Dengan menggunakan peralatan sederhana, prajurit Yonif TP 853/BRB bekerja secara terpadu dan penuh semangat, menunjukkan kepedulian serta tanggung jawab sosial TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Kehadiran prajurit TNI dinilai sangat membantu pihak RSUD Aceh Tamiang dalam mempercepat normalisasi operasional pelayanan medis. Dengan lingkungan rumah sakit yang kembali bersih dan layak, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu rakyat serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam setiap situasi, khususnya pada kegiatan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Kemenkes: RSUD di Sumatra beroperasi lagi secara bertahap usai bencana

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi bahwa seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatra kini telah kembali beroperasi secara bertahap dan pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan guna menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.

“Pada tanggal 26 November lalu terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. Alhamdulillah, hari ini 100 persen rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi kembali, meskipun secara bertahap, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu.

Menkes menjelaskan layanan kesehatan masih menghadapi kendala serius, terutama akibat terbatasnya pasokan listrik yang berdampak pada belum berfungsinya sejumlah layanan medis penting.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes  Agus Jamaludin mengatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana difokuskan pada memastikan layanan dasar tetap berjalan sembari mempercepat pemulihan sarana pendukung.

“Sebagian besar rumah sakit sudah mulai melayani pasien, namun memang masih ada kendala listrik dan air bersih. Ini yang sedang kami dorong percepatannya agar layanan kritis, seperti hemodialisis dan radiologi, bisa segera beroperasi,” ujar Agus.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penyediaan genset, BBM, serta perbaikan jaringan listrik.

“Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Kami pastikan dukungan logistik kesehatan dan teknis terus dilakukan sampai layanan rumah sakit kembali normal sepenuhnya,” kata Agus.

Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB di Aceh Tamiang, RSUD Muda Sedia telah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi.

Meski demikian layanan ICU dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena kendala teknis, termasuk instalasi air dan pengecekan alat kesehatan. Kondisi listrik dilaporkan aman, namun beberapa alat laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.

Sementara itu RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak, Aceh Timur, juga mulai mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik.

Kendala utama yang dihadapi rumah sakit ini adalah ketidakstabilan listrik, sehingga membutuhkan dukungan genset dan bahan bakar. Selain itu ketersediaan air bersih masih terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan rusak.

Di Kota Langsa, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, serta beberapa layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah. Namun layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi karena aliran listrik PLN terhenti selama enam hari, sehingga mesin yang tersedia belum dapat digunakan.

Kondisi serupa terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap telah berjalan, tetapi layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.