Ketua The Fed Berikutnya Merupakan Sosok Propemangkasan Suku Bunga

Jumat, 19 Des 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (17/12) mengatakan ketua Federal Reserve berikutnya adalah seseorang yang percaya pada pemangkasan suku bunga yang agresif.

“Saya akan segera mengumumkan ketua Federal Reserve kami berikutnya, seseorang yang sangat percaya pada suku bunga yang lebih rendah, dan pembayaran hipotek akan turun lebih jauh lagi,” kata Presiden Trump.

Ket. Foto: Lalu lintas di sepanjang Constitution Avenue depan kantor Federal Reserve AS di Washington, DC, baru-baru ini. — Sumber: AFP/MANDEL NGAN

Trump melontarkan komentar tersebut dalam pidato nasionalnya menggembar-gemborkan pencapaian ekonomi dan keamanan nasionalnya pada tahun pertama masa jabatan keduanya. Dia sebelumnya telah mengindikasikan bahwa dia akan mengumumkan penerus pilihannya untuk menggantikan ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, pada awal 2026.

Semua calon kuat yang muncul antara lain penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mantan Gubernur Fed, Kevin Warsh, dan Gubernur Fed saat ini, Chris Waller, menganjurkan agar suku bunga lebih rendah dari sekarang. Namun, tidak ada satupun yang secara tegas mengindikasikan bahwa mereka akan mendorong bank sentral AS untuk memangkas suku bunga serendah yang diminta Trump, dalam beberapa kasus hingga mencapai tingkat krisis sebesar 1 persen.

Suku bunga Fed saat ini berkisar antara 3,5 persen hingga 3,75 persen, dan bahkan gubernur terbaru yang ditunjuknya, Stephen Miran, tidak menganjurkan suku bunga mendekati titik terendah tersebut.

Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk menurunkan suku bunga hipotek, namun suku bunga yang dikendalikan The Fed hanya berdampak terbatas pada biaya pinjaman jangka panjang.

Hal ini biasanya dipengaruhi oleh suku bunga jangka panjang yang tidak terlalu terpengaruh oleh The Fed, seperti imbal hasil surat utang Treasury 10 tahun.

Tingkat tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS, dan secara seimbang tidak banyak berubah pada tahun lalu.

Suku bunga hipotek terjebak pada kisaran 6,3 persen hingga 6,4 persen sejak Hari Buruh dan menunjukkan sedikit indikasi untuk bergerak lebih rendah.

Isu Independensi

Trump mengatakan kepada The Wall Street Journal pekanlalu bahwa ia memang demikian condong ke arah Warsh atauHassett sebagai kepala bank sentral AS berikutnya. Meski begitu, wawancara berlanjut pada tanggal 16 Desember dengan pertemuan dengan Waller, salah satu pendukung awal pembuat kebijakan Fed saat ini mengenai suku bunga yang lebih rendah, namun ia ternyata merupakan pembela independensi Fed yang gigih.

Trump mengatakan kepada surat kabar itu bahwa dia pikir ketua Fed berikutnya harus berkonsultasi dengannya tentang di mana menetapkan suku bunga. Presiden biasanya menyerahkan pengambilan keputusan suku bunga kepada The Fed.

“Biasanya, itu tidak dilakukan lagi. Dulu dilakukan secara rutin. Itu harus dilakukan,” kata Trump. “Itu tidak berarti saya tidak berpikir dia harus melakukan persis apa yang kita katakan. Tapi yang pasti saya adalah suara yang cerdas dan harus didengarkan,” imbuh dia.

  • Kebijakan Moneter AS

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.