Ini Teknologi yang Digunakan PHR untuk Dongkrak Produksi Lapangan Tua

Jumat, 19 Des 2025, 18:15 WIB

JAKARTA– PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadirkan penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) sebagai solusi inovatif di sektor hulu migas. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produksi dan perolehan minyak dari lapangan tua yang masih menyimpan cadangan namun sulit dikeluarkan dengan teknologi konvensional seperti injeksi air biasa.

Dengan memanfaatkan bahan kimia khusus, CEOR menjadi harapan baru bagi upaya peningkatan produksi migas nasional. Langkah ini sekaligus mendukung target pemerintah untuk menjaga ketahanan energi di tengah tantangan pengelolaan lapangan tua.

Ket. Foto: PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadirkan penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) sebagai solusi inovatif di sektor hulu migas. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produksi dan perolehan minyak dari lapangan tua — Sumber: istimewa

Sebagai pelopor dalam penerapan teknologi CEOR skala komersial di Indonesia, PHR menggunakan bahan kimia yang merupakan kombinasi dari 3 bahan kimia yaitu alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) yang diinjeksikan ke dalam reservoir untuk menyapu minyak keluar dari pori-pori batuan.

Surfaktan sebagai bahan utama ini berperan untuk melepaskan ikatan minyak dari reservoir dengan menurunkan tegangan antar muka antara minyak dan air, polimer berfungsi sebagai penyapu minyak yang telah terlepas dari reservoir, sedangkan alkali akan membantu mengurangi penyerapan surfaktan dan polimer oleh batuan reservoir, sehingga sisa minyak yang terperangkap lebih mudah mengalir. Dengan penerapan metode ini, produksi minyak diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Yang menarik, bahan kimia utama racikan surfaktan yang digunakan PHR merupakan inovasi perwira Pertamina sendiri di Laboratorium PHR, berbasis petroleum sulfonate dan bersinergi dengan PT Pertamina Lubricant (PTPL) sebagai mitra teknis dalam pengadaan bahan baku, proses blending, quality assurance/control, hingga pengiriman ke lokasi proyek. Bahan surfaktan ini telah diuji coba di laboratorium dan di lapangan.

Uji coba lapangan dilakukan pada Proyek Surfactant Extended Stimulation (SES) di Lapangan Balam South Kabupaten Rokan Hilir – Riau, yang telah sukses diinjeksikan pada bulan Juli 2025 dengan peningkatkan produksi yang signifikan.

Kontribusi Nasional

Lapangan Minas di Wilayah Kerja Rokan telah berproduksi sejak 1952, termasuk dalam kategori lapangan tua. Meskipun demikian, Lapangan Minas masih menyisakan potensi cadangan yang besar di bawah permukaan yang memungkinkan diperoleh dengan teknologi CEOR. Penerapan teknologi CEOR di lapangan ini adalah bagian dari upaya PHR dalam berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional sesuai amanah program Asta Cita Presiden RI, tingkat perolehan minyak diperkirakan bisa bertambah 12-16% dari Original Oil in Place (OOIP).

"Sukses CEOR di Lapangan Minas akan membuktikan bahwa teknologi mampu memperpanjang usia produksi lapangan tua sebagai kontribusi terhadap produksi migas nasional,” ujar Syaiful Ma’arif, Vice President Secondary & Enhanced Oil Recovery (VP S-EOR) PHR Regional 1, Jumat (19/12).

Ia menjelaskan, agar penerapan skala penuh teknologi ini dapat dilakukan, dibutuhkan dukungan dari semua pihak dengan kerjasama yang baik, terutama antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pertamina, serta masyarakat.

Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan melaksanakan injeksi perdana ASP skala komersial pada 23 Desember 2025. Peningkatan produksi diperkirakan mulai terlihat pada pertengahan tahun 2026, dengan target tambahan mencapai 2.800 barel per hari pada puncak produksinya.

Program Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan energi. Dengan memaksimalkan cadangan minyak di lapangan tua, teknologi CEOR diharapkan mendekatkan Indonesia pada target produksi 1 juta barel per hari pada 2030.

Teknologi ini juga membawa nilai keberlanjutan dalam rangka memaksimalkan perolehan minyak lapangan tua yang telah terbukti cadangan minyaknya, dengan semaksimal mungkin memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, sehingga pelaksanaan proyek dapat dilakukan secara lebih efisien.

Keberhasilan proyek CEOR di Lapangan Minas akan menjadi tonggak penting, membuka jalan bagi penerapan teknologi serupa di lapangan-lapangan lain di Indonesia. PHR membuktikan bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.