Kebakaran Bromo-Semeru Serentak Ditangani Water Bombing, 24 Ribu Liter Air Dijatuhkan

Sabtu, 12 Sep 2026, 17:23 WIB

SURABAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pada Sabtu (12/9), penanganan dilakukan di dua kawasan sekaligus, yakni Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo dan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Di Gunung Bromo, kebakaran yang muncul sejak Kamis (10/9) sore masih membutuhkan penanganan intensif. Api yang bermula di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, dilaporkan meluas menuju Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering. Perkembangan terbaru juga menunjukkan api merembet ke arah Gunung Kursi.

Ket. Foto: Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama. Lereng yang terjal dan licin membuat tim pemadam melalui jalur darat belum dapat menjangkau bagian atas lokasi kebakaran. BPBD Jatim masih mengandalkan operasi udara untuk menjangkau titik-titik yang sulit didatangi personel. — Sumber: Istimewa

Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama. Lereng yang terjal dan licin membuat tim pemadam melalui jalur darat belum dapat menjangkau bagian atas lokasi kebakaran. Karena itu operasi udara masih diandalkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit didatangi personel.

Pada Sabtu (12/9), helikopter milik BPBD Jatim dengan bucket berkapasitas 1.000 liter melakukan tiga sortie di kawasan Bromo. Sebanyak 15 kali water bombing dilakukan dengan total sekitar 15.000 liter air yang dijatuhkan ke area yang terpantau memiliki kepulan asap atau titik api.

Operasi udara tersebut juga menghadapi kendala cuaca. Angin kencang serta kabut dan asap kebakaran membuat jarak pandang pilot menuju sasaran menjadi terbatas. Tim darat pun tetap bersiaga di bagian bawah kawasan untuk mengantisipasi apabila api bergerak semakin turun.

Polres Probolinggo juga mengerahkan personel gabungan serta kendaraan yang dimodifikasi menjadi tangki air berkapasitas 1.000 liter. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu memasok air ke titik yang dapat dijangkau dari darat sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Sementara itu, karhutla juga terpantau di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Hasil observasi udara menggunakan Helikopter PK-DAP pada Sabtu menunjukkan adanya kepulan asap di sejumlah lokasi.

Tim kemudian melakukan water bombing pada titik yang terpantau memiliki asap atau api. Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, operasi udara di Semeru telah dilakukan sebanyak sembilan kali, dengan total sekitar 9.000 liter air.

Selain penanganan melalui udara, tim pemadam gabungan juga bergerak melalui jalur darat menuju lokasi titik api. Lokasi yang menjadi sasaran penanganan berada di Blok PO.o, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, serta kawasan antara Pos Pendakian 2 menuju Pos Pendakian 3.

Pemadaman di Semeru dilakukan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih tinggi. Laporan pemantauan 12 September mencatat gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga, dengan aktivitas letusan dan guguran yang masih terpantau.

Dengan demikian, sepanjang Sabtu ini operasi water bombing di dua kawasan tersebut telah menjatuhkan total sekitar 24.000 liter air. Sebanyak 15.000 liter diarahkan untuk penanganan karhutla Bromo, sedangkan 9.000 liter digunakan di kawasan Semeru.

Hingga perkembangan terakhir, tidak ada laporan korban jiwa akibat kedua kejadian tersebut. Luas area yang terdampak di masing-masing lokasi masih dalam pendataan.

Penanganan pun terus dilakukan dengan kombinasi operasi udara dan pemadaman melalui jalur darat. Untuk Bromo, perhatian utama diarahkan agar api tidak semakin meluas dari kawasan Pengol menuju bagian lain TNBTS. Sementara di Semeru, tim berupaya mengendalikan titik api yang terpantau dari udara sekaligus melakukan penyisiran melalui jalur darat.

  • BPBD Jatim

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.