UMKM Batik Tumbuh, Ekonomi Daerah Tangguh: Ibas Dorong Batik Bunga Wijayakusuma Naik Kelas
Kamis, 18 Des 2025, 15:37 WIBMAGETAN â Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengunjungi sentra UMKM Batik di Desa Sukowidi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dalam kegiatan bertajuk âUMKM Batik Tumbuh, Ekonomi Daerah Tangguhâ.
Kunjungan ini menjadi bagian dari silaturahim sekaligus dukungan nyata terhadap peran UMKM sebagai penggerak ekonomi keluarga dan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut menyempatkan diri mencoba langsung mencanting batik dengan motif Bunga Wijayakusuma, salah satu motif khas yang sarat makna filosofis. Secara etimologis, wijayakusuma berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa Kuno, yakni wijaya yang berarti kemenangan atau keberhasilan, dan kusuma yang berarti bunga. Dalam tradisi Jawa, bunga wijayakusuma identik dengan penobatan raja-raja dan dimaknai sebagai simbol pengingat agar pemimpin mampu memelihara, melindungi, dan mengayomi rakyatnya dengan baik.
Dengan penuh keakraban, Ibas berdialog langsung bersama ibu-ibu pengrajin batik Sukowidi. Ia menggali proses pengembangan batik yang telah berjalan sejak tahun 2020, termasuk pelatihan keterampilan yang diperoleh melalui Balai Latihan Kerja (BLK). âAwalnya memang terasa sulit, tapi kalau sudah ada pesanan, semuanya jadi terasa lebih mudah,â ujar salah satu pengrajin, yang disambut anggukan dan senyum Ibas.
Anggota Dewan Penasihat KADIN tersebut menekankan bahwa pesanan berarti penjualan, dan penjualan berarti pendapatan. Menurutnya, aktivitas membatik bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang penting bagi keluarga.
âIbu-ibu bisa membantu ekonomi rumah tangga, menambah kreativitas, dan tetap menjaga budaya kita lewat batik,â ungkapnya.
Dalam diskusi tersebut, Anggota Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini juga memberi masukan terkait penguatan desain batik Magetan. Ia mendorong agar ciri khas daerah seperti bambu (pring) dan Bunga Wijayakusuma terus dipertahankan dan dikembangkan, termasuk dengan permainan warna dan kerapatan motif agar semakin diminati pasar. Ia menilai batik Magetan memiliki keunggulan tersendiri, terlebih dengan mulai digunakannya pewarna alam yang ramah lingkungan tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Tak hanya berdialog, lulusan S3 IPB University juga memesan dan memborong produk batik UMKM Sukowidi sebagai bentuk dukungan langsung Partai Demokrat kepada para pengrajin. Ia menyampaikan harapan agar batik Sukowidi semakin dikenal luas, tidak hanya di Magetan, tetapi juga di tingkat nasional. âKalau kegiatan di daerah terus berjalan dan banyak yang memesan, ini akan membuka kesempatan lebih besar bagi ibu-ibu Sukowidi untuk terus berkarya,â ujarnya.
Edhie Baskoro juga mendorong penguatan UMKM melalui pendekatan satu desa satu produk, pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta peran koperasi desa, termasuk Koperasi Merah Putih, sebagai sarana pengembangan usaha dan distribusi produk.
Menutup kunjungannya, Ibas menyampaikan doa dan semangat kepada para pengrajin batik, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu-ibu yang hadir. âSemoga ibu-ibu selalu sehat, panjang umur, dan terus menghasilkan batik-batik luar biasa yang membanggakan Magetan dan Indonesia,â pungkasnya.
- UMKM
- Ibas
- Batik Wijayakusuma
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Jakarta: Zebra Cross Kreatif Seperti di Tebet Bisa Diterapkan, Asal Terukur
-
Tips Aman Berkendara Saat Mudik Lewat Jalur Puncak dari Polisi
-
Tiga Orang Tewas Tertimbun Longsoran Sampah di TPST Bantargebang
-
Komandan Brigade Tempur Udara Elit Ukraina Tewas Setelah Ratusan Misi
-
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pejagan-Tegal
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.