- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pulau Hormuz di Iran Berub...
Pulau Hormuz di Iran Berubah Menjadi Merah Darah dalam Hujan Lebat
Kamis, 18 Des 2025, 11:57 WIBTEHERAN - Sebuah fenomena alam yang menakjubkan telah mengubah Pulau Hormuz Iran menjadi titik pembicaraan global, ketika garis pantainya berubah menjadi lanskap merah darah yang surealis dalam semalam. Setelah hujan deras, pantai-pantai dan perairan dangkal pulau Teluk Persia ini tampaknya direndam dalam pemandangan yang menarik kekaguman, keingintahuan, dan bahkan kekhawatiran online.
Dari NDTV, penjelasan ilmiah di balik peristiwa visual yang mencolok ini terletak pada geologi unik pulau itu. Kandungan besi oksida dan mineral lainnya dalam sedimen menghasilkan warna merah yang intens ketika mereka terkena air.Â
Hormuz kaya akan oksida besi, terutama hematit - mineral yang meminjamkan tanah dan batu rona yang dalam. Menurut ahli geologi, ketika air hujan merembes melalui medan yang kaya zat besi di pulau itu, ia melarutkan dan membawa partikel oksida besi ke pantai. Hasilnya adalah pewarnaan merah dramatis dari pasir dan air, mengintensifkan di daerah di mana erosi lebih aktif.
Hematitite, yang juga bertanggung jawab atas permukaan merah Mars, mengoksidasi dengan cepat ketika terkena kelembaban. Pulau Hormuz, kadang-kadang disebut "Pulau Pelangi Teluk Persia," terkenal karena komposisi mineral kaleidoskopiknya, tetapi selama musim hujan bahwa tontonan seperti alien ini benar-benar menjadi hidup.
Fenomena ini sepenuhnya alami dan tidak berbahaya, meskipun kemiripannya yang menakutkan dengan "hujan darah" telah memicu reaksi virus secara online. Pakar lingkungan menekankan bahwa limpasan semacam itu tidak menunjukkan polusi atau ancaman ekologis apa pun tetapi merupakan produk dari mineralogi langka di pulau itu.
Hormuz: Keajaiban Pulau Pelangi
Pulau Hormuz, sering disebut "Pulau Pelangi" untuk lanskap berwarna-warni, adalah tujuan populer sepanjang tahun. Wisatawan mengunjungi untuk menyaksikan tanah yang hidup, garis pantai yang kasar, dan landmark bersejarah. Sementara gelombang merah baru-baru ini telah mendapat perhatian, pulau ini juga memiliki warna kuning, oranye, dan warna alami lainnya yang dibentuk oleh aktivitas geologi selama ribuan tahun. Hormuz tetap menjadi titik menarik bagi para ilmuwan dan pelancong, menawarkan wawasan tentang hubungan antara cuaca dan geologi Bumi.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Amblesan di Gunungkidul Fenomena Umum di Kawasan Karst
-
Korut Tegaskan Tak Akan Serahkan Senjata Nuklir
-
PMI Rejang Lebong Menyediakan Kebutuhan Darah 14 Pasien Thalasemia
-
Lintasarta Perkuat Kolaborasi dengan Starlink untuk Pemerataan Akses Digital Nasional
-
Pasar Asia Beragam, Investor Menunggu Pidato Utama Ketua The Fed
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.