Korut Tegaskan Tak Akan Serahkan Senjata Nuklir

Rabu, 01 Okt 2025, 02:45 WIB

NEW YORK - Korea Utara (Korut) menegaskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa pihaknya tidak akan pernah menyerahkan program nuklirnya.

Seorang menteri Korut mengatakan hal itu pada Senin (29/9) dalam pidato langka di PBB bahwa Pyongyang tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya tetapi tetap membuka pintu untuk diplomasi.

Ket. Foto: Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Kim Son-gyong, saat berpidato di Sidang Umum PBB di markas PBB, New York, Senin (29/9). Dalam pidato itu, Wamenlu Gyong menegaskan bahwa Korut tidak akan pernah menyerah program nuklirnya. — Sumber: AFP/ANGELA WEISS

Wakil Menteri Luar Negeri Kim Son-gyong melakukan perjalanan ke New York, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri pekan tingkat tinggi tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran yang sebelumnya dilakukan pada tingkat yang lebih rendah oleh duta besar negara tersebut.

"(Pemberlakuan) denuklirisasi terhadap Korut sama saja dengan menuntutnya untuk menyerahkan kedaulatan dan hak untuk hidup serta melanggar konstitusi," kata Gyong.

"Kami tidak akan pernah meninggalkan nuklir, yang merupakan hukum negara, kebijakan nasional, dan kedaulatan kami, serta hak untuk hidup. Dalam keadaan apa pun, kami tidak akan pernah meninggalkan posisi ini," imbuh dia.

Sebelumnya pada pekan lalu, pemimpin Korut, Kim Jong-un, bahwa ia terbuka untuk berunding dengan AS, asalkan ia dapat mempertahankan persenjataan nuklirnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita KCNA.

Meski komentarnya terhadap AS relatif lunak, Gyong menuding AS dan dua sekutunya, Jepang serta Korsel, telah menargetkan Korut dan dan hal itu kian memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea. Gyong pun mengecam kerja sama pertahanan jangka panjang serta latihan militer rutin ketiga negara itu.

Korut yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006, saat ini berada di bawah serangkaian sanksi PBB atas program senjata terlarangnya.

Menurut badan mata-mata Korea Selatan (Korsel), Korut diyakini mengoperasikan beberapa fasilitas pengayaan uranium, termasuk satu di lokasi nuklir Yongbyon, yang konon dinonaktifkan oleh Pyongyang setelah perundingan, meskipun kemudian mengaktifkan kembali fasilitas tersebut pada tahun 2021.

Presiden Korsel, Lee Jae-myung, pada Selasa (23/9) lalu berjanji di PBB untuk berupaya mengakhiri "lingkaran setan" ketegangan dengan Korut karena ia berjanji tidak akan mengupayakan perubahan rezim.

"Korut akan, seperti di masa lalu, dan juga di masa depan, berkolaborasi dengan semua negara dan bangsa yang menentang dan menolak agresi, intervensi, dominasi, dan penaklukan, serta mendambakan kemerdekaan dan keadilan, terlepas dari perbedaan gagasan dan sistem," ujar Gyong tanpa merujuk secara spesifik ke negara mana pun.

Gyong mengklaim bahwa seiring dengan peningkatan kemampuan pencegahan perang yang dimiliki Korut, yang kini sebanding dengan ancaman agresi yang terus berkembang dari AS dan sekutunya, niat negara-negara musuh untuk memicu perang sepenuhnya dapat dikendalikan dan keseimbangan kekuatan di Semenanjung Korea tetap terjaga. 

Tanggapan Seoul

Menanggapi pernyataan Wamenlu Gyong, pemerintah Korsel menyatakan bahwa denuklirisasi di Semenanjung Korea merupakan target yang konsisten dari dunia internasional termasuk Korsel dan AS.

Terkait hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan bahwa PBB akan terus mendesak denuklirisasi Korut melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.

Kementerian itu juga menjelaskan bahwa Seoul telah mengumumkan tiga prinsip terkait hubungan antara dua Korea, yaitu menghargai rezim Korut, tidak melakukan unifikasi dimana satu pihak menerima pihak lain secara penuh, dan tidak melakukan aksi bermusuhan.

“Seoul akan tetap melanjutkan upaya diplomasi untuk mewujudkan perdamaian di bawah kerja sama antara Korsel dan AS,” lapor kantor berita KBS, Selasa. AFP/KBS/Kyodo/I-1

  • korean won
  • kim jong-un

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.