Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Strategi DCA Aset Kripto untuk Investasi Jangka Panjang

📅 Kamis, 18 Des 2025, 19:45 WIB | Oleh:

Tidak Melindungi dari Bear Market

DCA kripto memang bisa membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak, tapi tidak memberikan perlindungan penuh jika pasar jatuh terus-menerus. Nilai portofolio tetap bisa turun. Karena itu, manajemen risiko tetap penting, misalnya dengan melakukan diversifikasi ke berbagai aset lain seperti saham, obligasi, atau properti.

DCA vs Investasi Lump Sum

Lump-sum investing atau investasi lump sum adalah membeli sebuah aset langsung dalam satu atau beberapa kali pembelian. Investor yang melakukan strategi ini biasanya memiliki modal besar dan berani mengambil risiko. Selain itu, investor harus memiliki kepercayaan tinggi terhadap aset yang dibeli karena risiko strategi investasi ini lebih tinggi dibanding DCA.

Di sisi lain, Dollar-Cost Averaging (DCA) umumnya menjadi strategi investasi yang lebih cocok bagi mereka yang belum memiliki modal besar. Strategi ini membantu “meratakan” harga beli.

Strategi DCA juga menghilangkan tekanan untuk mencari timing pasar yang sempurna. Bahkan, DCA bisa dengan mudah diotomatisasi melalui fitur tabungan rutin, sehingga proses investasi menjadi lebih mudah dan berjalan otomatis.

Apakah DCA Bitcoin Menguntungkan?

Bitcoin telah mengalami kenaikan 550% dalam 2 tahun terakhir dan 60% dalam 1 tahun terakhir. Saat penulisan (11 November), harga Bitcoin berada di sekitar Rp1,7 miliar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp35,4 triliun.

Dalam periode 1 tahun terakhir, Bitcoin sempat berada di titik terendahnya Rp837.939.426, sebelum akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya (All-Time High) di angka Rp2 miliar pada 6 Oktober 2025.

Simulasi Keuntungan DCA Bitcoin (Agustus 2024 – Agustus 2025)

Seorang investor memutuskan untuk menjalankan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) pada Bitcoin dengan menyisihkan Rp2.000.000 setiap bulan sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2025. Total modal yang dikeluarkan selama setahun adalah Rp24.000.000.

Dalam periode itu, harga Bitcoin berfluktuasi tajam, dari titik terendah sekitar Rp837 juta hingga mencapai puncak di kisaran Rp1,98 miliar. Tanpa perlu memprediksi kapan harga berada di level terbaik, investor konsisten membeli dengan jumlah tetap setiap bulan.

Dengan harga Bitcoin per Agustus 2025 yang berada di kisaran Rp1,85 miliar, nilai kepemilikannya kini mencapai Rp36,72 juta. Dengan kata lain, dalam 12 bulan, strategi sederhana ini berhasil memberikan keuntungan sekitar Rp12,72 juta, atau +53% dari modal awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.