Kepala BGN Sebut Kasus MBG Alami Tren Penurunan

Rabu, 17 Des 2025, 03:06 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa jumlah kejadian atau kasus dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan tren penurunan, sejak mencapai puncaknya pada Oktober lalu.

Dadan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12), menjelaskan total kejadian pada program MBG tercatat sebanyak 67 kasus pada September, kemudian meningkat menjadi 85 kasus pada Oktober.

Ket. Foto: Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberi laporan kepada Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). — Sumber: Antara

Memasuki November, jumlah tersebut turun signifikan menjadi 40 kasus. Sementara itu, hingga 15 hari pertama Desember, hanya terdapat empat kejadian. “Alhamdilillah sudah jauh menurun. Kita usahakan agar tahun depan tidak ada lagi kejadian,” ucap dia.

Terkait insiden kecelakaan mobil pengantar program MBG yang menabrak sejumlah siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, Dadan menyampaikan peristiwa tersebut melibatkan satu unit mobil pengantaran MBG yang mengalami kecelakaan setelah pengemudi utama dalam kondisi sakit.

“Saya ingin melaporkan terkait dengan kejadian insiden kemarin di mana ada satu mobil pengantaran yang menabrak pagar dan kemudian masuk di SD Cilincing, dan ini disebabkan karena sopir utama sakit,” katanya. Dadan mengatakan dalam kejadian itu, tercatat 22 orang mengalami cedera.

Dadan menargetkan tidak ada lagi kejadian serupa pada tahun mendatang. Upaya tersebut dilakukan melalui sertifikasi keamanan pangan terhadap sekitar 3.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan bekerja sama dengan ID Survei. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG serta mencegah terulangnya kejadian pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Dadan turut melaporkan dapur umum program MBG telah membuka lapangan kerja untuk 741.985 orang. Sebanyak 17.555 dapur MBG telah berdiri di 38 provinsi dan melayani sekitar 50,39 juta pelajar.

Dadan mengungkapkan, serapan anggaran program MBG sampai hari ini mencapai Rp 58 triliun atau 81 persen dari pagu. Hingga akhir Desember ini, Dadan menyebutkan ada 19.000 SPPG baru akan berdiri.

Dalam kesempatan itu, Dadan mengaku lembaga yang dipimpinnya sebagai pelaksana MBG mampu menstabilkan harga pangan, saat komoditas tertentu terjadi inflasi atau deflasi, melalui program prioritas itu.

Dadan melaporkan bahwa BGN dapat menginstruksikan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan komoditas pangan tertentu yang mengalami gejolak harga. Ant/S-2

  • Program MBG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.