PM Albanese Tegaskan Australia Tolak Kekerasan dan Kebencian

Selasa, 16 Des 2025, 01:00 WIB

Sydney - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanaese pada Minggu (14/12), menegaskan tidak ada tempat bagi kekerasan dan kebencian dalam kehidupan bermasyarakat di Australia. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah insiden yang dinilai mengancam persatuan, keamanan, dan nilai-nilai demokrasi di negara tersebut.

“Tidak ada tempat untuk kebencian, kekerasan, dan terorisme ini di negara kita. Izinkan saya memperjelas, kita akan memberantasnya,” kata Albanese dalam konferensi pers.

Ket. Foto: PM Australia, Anthony Albanese meletakan karangan bunga sebagai bentuk duka bagi korban penembakan. — Sumber: AUSTRALIAN PRIME MINISTER’S OFFICE/AFP

“Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia,” katanya, menyebut insiden itu sebagai “terorisme.”

“Australia tidak akan pernah tunduk pada perpecahan, kekerasan, atau kebencian,” tambahnya.

Dikutip dari Antara, Albanese berbicara kepada media setelah mengadakan pertemuan Komite Keamanan Nasional di Canberra.

Kepolisian New South Wales (NSW) menyampaikan bahwa terduga pelaku penembakan merupakan ayah dan anak.


Dilaporkan 16 orang tewas dan 40 lainnya terluka dalam insiden penembakan massal hari Minggu di Pantai Bondi di Sydney, kata para pejabat Australia.

Menurut Kepolisian New South Wales, terduga pelaku adalah dua orang pria yang masing-masing berusia 50 tahun dan 24 tahun.


"Pria berusia 50 tahun telah meninggal dunia, sementara pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit," kata Komisaris Kepolisian NSW Mel Lanyon, seraya menambahkan berdasarkan penyelidikan polisi, hanya dua orang yang terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut.

Dunia Mengecam

Kecaman datang dari berbagai pejabat tinggi sejumlah negara. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan di media sosial X bahwa ia "terkejut," dan mengutuk "serangan mematikan yang keji hari ini."

PM Selandia Baru Christopher Luxon menyatakan kesedihannya, mengatakan bahwa ia "terkejut dengan pemandangan yang menyedihkan di Bondi," melalui unggahan di X

"Pikiran saya dan pikiran seluruh warga Selandia Baru bersama mereka yang terkena dampak," tambah Luxon.

Selanjutnya ada PM India Narendra Modi mengatakan di media sosial X, bahwa ia "sangat" mengutuk serangan tersebut, dan menyampaikan "belasungkawa tulusnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai."

Secara terpisah, PM Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan "belasungkawa terdalamnya" kepada para korban serangan tersebut, menambahkan bahwa "Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat dan Pemerintah Australia di masa sulit ini," di X.

“Amerika Serikat dengan tegas mengutuk serangan teroris di Australia yang menargetkan perayaan Yahudi. Antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia ini. Doa kami menyertai para korban serangan mengerikan ini, komunitas Yahudi, serta rakyat Australia,” Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pernyataannya di platform X.

PM Polandia Donald Tusk juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para korban.

“Antisemitisme, di mana pun ia muncul, selalu berujung pada tindakan kriminal. Hari ini, Polandia berdiri bersama Australia dalam masa duka ini,” kata Tusk di X.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menghubungi PM Australia Anthony Albanese untuk menyampaikan dukungan, lapor penyiar BFMTV. Dalam pernyataannya, Macron mengatakan Prancis turut berduka atas para korban dan yang terluka.

“Prancis menyampaikan simpati kepada para korban, mereka yang terluka, serta orang-orang terkasih mereka. Kami turut merasakan duka rakyat Australia dan akan terus berjuang tanpa henti melawan kebencian antisemit, di mana pun ia terjadi,” ucap Macron.

Iran, yang hubungannya dengan Australia memburuk setelah Canberra pada November menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris, juga mengecam penembakan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menekankan penolakan terhadap kekerasan terhadap warga sipil.

“Sebagai prinsip, Iran mengutuk serangan kekerasan terhadap warga sipil di Sydney, Australia. Terorisme dan pembunuhan massal harus dikutuk, di mana pun itu dilakukan, karena merupakan tindakan ilegal dan kriminal,” kata Baghaei di X.

Dari dalam negeri, Indonesia mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi Pantai Bondi di Sydney, Australia, pada 14 Desember 2025 yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun media sosial resmi Kemlu di X, Jakarta, Senin (15/12).

"Indonesia menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini," menurut pernyataan Kemlu.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.