Menuju OECD, Indonesia Soroti Isu Lingkungan hingga Transformasi Digital
Kamis, 11 Des 2025, 19:35 WIBJakarta - Pemerintah Indonesia tengah merampungkan proses aksesi dalam rangka untuk dapat menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyambut kunjungan Deputy Secretary General OECD Amb.Frantisek Ruzicka, dalam rangka meninjau langsung percepatan aksesi Indonesia untuk persiapan technical review (tinjauan teknis).
âPertemuan pagi ini, Indonesia melakukan update terhadap technical review dan hingga saat ini bidang utamanya adalah lingkungan, perdagangan dan ekonomi digital. Di bidang tersebut, didahulukan peninjauan mengingat kompleksitas dan peran pentingnya dalam membentuk ketahanan nasional untuk menghadapi tantangan global hari ini,â ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/12).
Dia menjelaskan, target keanggotaan Indonesia dalam OECD telah menjadi amanat Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029.
Selain itu, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) No.30 Tahun 2025, yang menyesuaikan kementerian terkait dengan aksesi OECD.
âIndonesia membuat platform digital yang disebut INA OECD, untuk wadah koordinasi dan kolaborasi digital bagi Indonesia. Jadi, Indonesia, kita sudah menggunakan digital platform untuk mengaksesi OECD ini,â ujar Airlangga.
Ia memastikan bahwa progres aksesi Indonesia sangat visible, dan prioritas yang ditetapkan juga cocok, yang mana telah sesuai dengan apa yang disebutkan oleh OECD.
âDi tengah ketidakpastian global, keanggotaan Indonesia di OECD diharapkan dapat menavigasi ketidakpastian atau kondisi multipolarisme global,â ujar Airlangga.
Dari sisi perdagangan, meskipun berbagai perang dagang masih terjadi, menurutnya, Indonesia dengan berbagai keanggotaan di ranah internasional termasuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), sangat diapresiasi termasuk oleh negara-negara lain.
âIndonesia betul-betul di lihat negara yang sangat visible di global. Dan visibility di global ini diikuti reformasi dan transformasi di ekonomi, dan arahan Presiden untuk selalu melakukan bottlenecking di birokratisasi dan transformasi,â ujarnya.
Airlangga mencontohkan, salah satu program prioritas di Indonesia yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilakukan dalam waktu cepat, yang mana sudah hampir 44 juta penerima dalam kurun waktu satu tahun.
âAksesi Indonesia diharapkan bisa menciptakan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, karena tujuannya adalah kebijakan yang lebih baik untuk kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,â ujar Airlangga.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BKSAP Gandeng Kampus, Tegaskan Indonesia Siap Masuk OECD dan Jalankan IEU-CEPA
-
Pemkot Serang Terima Bankeu Rp65 Miliar dari Sampah Tangsel
-
Sekolah Rakyat di Tangsel Ditargetkan Mulai Beroperasi pada Agustus 2025
-
OECD Tingkatkan Prospek Pertumbuhan Global 2025
-
Ayo Datang! 1.400 Lowongan Kerja Tersedia di Bursa Kerja Pemkab Bekasi 2025
-
Parkir Digital Mulai Diterapkan di Jakarta, Berikut Beberapa Tempatnya
-
Waspadai Perlambatan Ekonomi Global, Celios: Kelas Menengah perlu diberi Stimulus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.