Persib Dibidik Masuk Bursa, IPO Bisa Jadi Lompatan Bisnis Maung Bandung

Kamis, 13 Agu 2026, 22:30 WIB

JAKARTA – Initial Public Offering (IPO) klub sepak bola dapat menjadi alternatif pendanaan untuk memperkuat modal klub, membangun infrastruktur, mengembangkan akademi, serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan bisnis olahraga.

Namun, langkah ini juga menuntut transparansi keuangan, tata kelola yang solid, dan model bisnis berkelanjutan karena klub harus mampu mengubah basis suporter dan prestasi olahraga menjadi nilai ekonomi bagi investor.

Ket. Foto: Arsip foto - Pesepak bola Persib Bandung dan ofisial tim mengangkat piala usai menjadi juara BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (31/5/2024). — Sumber: ANTARA FOTO/ Rizal Hanafi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) dapat melakukan penghimpunan dana melalui Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Farhan menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu Pemerintah Kota Bandung mendorong Persib Bandung untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset-aset Kota Bandung, sehingga akan berujung pada peningkatan valuasi klub berjuluk Maung Bandung itu.

"Nah, untuk konsolidasi aset, maka Pemerintah Kota Bandung itu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib,” ujar Farhan ditemui di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/8).

Ia menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan aset antara Persib dan Kota Bandung saat ini baru sebatas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), bahkan masih terdapat potensi besar di area sekitarnya meliputi tempat parkir, tempat latihan, tempat hiburan, dan lainnya.

"Saat ini kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib baru di GBLA, stadionnya. Sekitarnya belum, tempat parkir, tempat latihan, tempat hiburan, segala macamnya belum,” ujar Farhan.

Seiring masih besarnya potensi pemanfaatan aset Kota Bandung, pihaknya akan mendorong Persib Bandung untuk dapat melakukan pengelolaan atas aset-aset tersebut,

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong kerja sama dengan klub basket Satria Muda Pertamina Bandung dalam pemanfaatan Stadion Basket Arena dan pengembangan sarana hoki di sebelahnya.

“Nanti kita akan kembangkan ke arah sana (pengelolaan aset), plus kerja sama juga dengan klub basket Satria Muda (SM) untuk kerja sama pemanfaatan Stadion Basket Bandung Arena dan pengembangan sarana olahraga hoki di sebelahnya,” ujar Farhan pula.

Melalui kerja sama pemanfaatan aset-aset tersebut, ia meyakini akan mendorong perkembangan Persib Bandung, yang ujungnya akan meningkatkan valuasinya mencapai Rp1 triliun.

“Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset, baru nanti akan berkembang. Kalau itu sudah diakuisisi, konsolidasi, saya kira bisa ngejar sih, valuasi sampai 1 triliun,” ujar Farhan lagi.

Terkait target waktu yang dicanangkan untuk IPO dari Persib Bandung, Farhan mengatakan tidak dapat menargetkan karena bukan bagian dari pemegang saham lagi.

“Saya nggak bisa target ya. Tergantung para pemegang saham, kan saya sudah bukan pemegang saham lagi,” ujar Farhan pula.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.