- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Izinkan Penjualan Ch...
Trump Izinkan Penjualan Chip AI Nvidia H200 ke Tiongkok
Rabu, 10 Des 2025, 01:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (8/12), mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengizinkan raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia, mengekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih ke Tiongkok.
Seperti dikutip dari Channel NewsAsia, pengumuman tersebut menandai perubahan signifikan dalam kebijakan ekspor AS untuk chip AI tingkat lanjut, yang sebelumnya sangat dibatasi oleh pemerintahan Joe Biden karena kekhawatiran keamanan nasional terkait potensi penggunaan oleh militer Tiongkok.
Para anggota Partai Demokrat di Kongres dengan cepat menolak perubahan kebijakan tersebut, menyebutnya sebagai kesalahan besar yang akan membantu militer dan ekonomi Tiongkok.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Xi bahwa Washington akan mengizinkan Nvidia mengirimkan produk H200 kepada pelanggan yang disetujui di Tiongkok, dan negara-negara lain, dengan ketentuan yang memungkinkan keamanan nasional yang tetap kuat.
âPresiden Xi merespons secara positif! Sebesar 25 persen akan dibayarkan kepada Amerika Serikat,â tulis Trump, tanpa menjelaskan lebih jauh bagaimana mekanisme pembayaran tersebut akan dilakukan.
Trump mengkritik pendekatan pendahulunya, dengan mengatakan bahwa kebijakan itu âmemaksa perusahaan-perusahaan besar kita menghabiskan miliaran dollar AS untuk membuat produk âterdegradasiâ yang tidak diinginkan siapa pun, sebuah ide buruk yang memperlambat inovasi dan merugikan para pekerja AS.â
Pernyataan tersebut merujuk pada persyaratan pemerintahan sebelumnya bagi perusahaan chip untuk membuat versi yang dimodifikasi dan memiliki kemampuan lebih rendah khusus untuk pasar Tiongkok. Chip tersebut memiliki performa yang dibatasi, misalnya kecepatan pemrosesan lebih rendah untuk mematuhi peraturan kontrol ekspor.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, secara tidak langsung mengonfirmasi kesepakatan tersebut saat ditanya, tetapi mengatakan bahwa âTiongkok selalu mendorong manfaat bersama dan hasil saling menguntungkan melalui kerja sama antara Tiongkok dan ASâ.
Bukan Seri Blackwell
Di bawah pembatasan pada era Biden, ekspor chip H200 dan chip canggih serupa diblokir ke Tiongkok.
âKami mengapresiasi keputusan Presiden Trump yang memungkinkan industri chip Amerika bersaing untuk mendukung pekerjaan bergaji tinggi dan kegiatan manufaktur di Amerika,â kata juru bicara Nvidia kepada AFP.
âMenawarkan H200 kepada pelanggan komersial yang telah disetujui dan diseleksi oleh Departemen Perdagangan merupakan langkah yang seimbang dan sangat baik bagi Amerika.â
Trump menekankan bahwa chip paling canggih Nvidia, seri Blackwell dan prosesor generasi berikutnya Rubin, tidak termasuk dalam kesepakatan itu dan tetap tersedia hanya untuk pelanggan di AS.
Chip H200 sendiri tertinggal sekitar 18 bulan dibandingkan dengan teknologi tercanggih perusahaan saat ini. Chip tersebut, Graphic Processing Units (GPU), digunakan untuk melatih model AI yang menjadi fondasi revolusi kecerdasan buatan generatif yang dimulai dengan peluncuran ChatGPT pada 2022.
- hubungan dagang
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Andes Tanjung
Berita Terkait:
-
Pidato Kebudayaan "Suara Bajaj dari Cikini”, Refleksi Atas Identitas Jakarta yang Kian Berubah
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Prabowo Awali Agenda di Washington DC dengan Temui Komunitas Bisnis AS
-
Target Ambisius: Pemerintah Kebut Pembangunan 33 PLTSa, Dimulai dari 7 Proyek pada 2026
-
Pemkab Penajam Usulkan 168 Km Jalan Sepaku Dilimpahkan ke Otorita Ibu Kota Nusantara agar Perbaikan Infrastruktur Dipercepat
-
Kemenkeu Berniat Gelar Tabayyun dengan MUI Mengenai Pajak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.