- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perluas Konten AI, Meta Ga...
Perluas Konten AI, Meta Gandeng Sejumlah Media Berita
Sabtu, 06 Des 2025, 09:45 WIBWASHINGTON - Meta pada hari Jumat (5/12) mengumumkan akan mengintegrasikan konten dari sejumlah media besar ke dalam asisten kecerdasan buatannya untuk menyediakan informasi real time kepada pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Raksasa media sosial itu mengatakan Meta AI akan menawarkan berita terkini, hiburan, dan gaya hidup saat pengguna mengajukan pertanyaan terkait berita, memanfaatkan kemitraan dengan outlet berita termasuk CNN, Fox News, Le Monde, People, dan USA Today.
Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengakses "sumber konten yang lebih beragam" dan menerima tautan ke situs web mitra untuk menyelami cerita lebih dalam, kata Meta dalam sebuah posting blog.
Meta mengatakan perluasan ini bertujuan untuk membuat asisten AI-nya "lebih responsif, akurat, dan seimbang" dengan menggabungkan beragam sudut pandang, sekaligus mengakui bahwa "peristiwa real time dapat menjadi tantangan bagi sistem AI saat ini untuk mengimbanginya."
Kemitraan awal mencakup media arus utama dan berhaluan konservatif, termasuk The Daily Caller dan The Washington Examiner.
Perusahaan itu mengatakan pihaknya berencana untuk terus menambah kemitraan dan mengembangkan fitur-fitur baru karena persaingan semakin ketat di antara perusahaan teknologi untuk meningkatkan kemampuan asisten AI mereka.
Meta AI tersedia di seluruh platform perusahaan, melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Pengumuman tersebut muncul saat perusahaan kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan Gemini milik Google, semakin berupaya menggabungkan konten web langsung dan umpan berita.
Meta memiliki hubungan yang panas dan dingin dengan media berita selama bertahun-tahun.
Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004 menyatakan bahwa berita merupakan bagian yang sangat kecil dari keterlibatan pengguna di platform perusahaan dan mulai menutup tab Berita Facebook di pasar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Hal ini juga mengakhiri kesepakatan bernilai jutaan dolar dengan organisasi berita terkemuka.
Zuckerberg juga membuat keputusan mengejutkan pada bulan Januari untuk menghentikan program pengecekan fakta Meta di AS, karena ia lebih dekat dengan antipati pemerintahan Trump terhadap berita-berita yang beredar.
Skema tersebut menggunakan pemeriksa fakta pihak ketiga, banyak di antaranya dari organisasi media berita seperti AFP, untuk mengungkap misinformasi yang disebarluaskan di platform tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Hemat BBM, Pemerintah Lempar Opsi WFH—Solusi atau Sekadar Uji Coba?
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
-
Panglima TNI Resmi Lantik 796 Perwira Prajurit Karier Reguler dan Progsus TA 2026
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.