Tanam Pohon Dibayar 50 Ribu Rupiah oleh Pemerintah

Kamis, 04 Des 2025, 16:15 WIB

Cibinong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan dukungan terhadap wacana program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan upah Rp50 ribu per hari bagi warga yang menanam pohon. Namun, pihak kabupaten mempertanyakan kejelasan mekanisme, teknis pelaksanaan, dan sumber anggaran program yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan inisiatif yang perlu didukung untuk mengembalikan fungsi hutan yang kritis.

"Menurut saya, ini satu kebijakan inisiatif dan inovatif dari Pak Gubernur yang harus kita dukung. Kita sudah lihat dampak hilangnya hutan, seperti di beberapa daerah yang terkena bencana," kata Teuku Mulya, Rabu (3/12/2025).

Namun, di balik dukungan prinsipil itu, Pemkab Bogor mengangkat sejumlah tantangan teknis. Pertanyaan utama menyangkut asal anggaran untuk membayar upah warga. Teuku menegaskan, hal ini harus dilihat secara detail dalam konteks koordinasi antar pemerintah daerah.

Pertanyakan Mekanisme dan Anggaran

Ket. Foto: Ilustrasi menjaga pohon — Sumber: Antara


"Pertanyaannya, anggarannya dari mana? Ini yang jadi problem. Kalau dari anggaran provinsi, mungkin bisa. Tapi ini kan nanti berdampak juga pada kapasitas anggaran kabupaten/kota," jelasnya.

Ia mempertanyakan apakah program tersebut telah dirancang dalam APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 atau akan dimasukkan dalam perencanaan 2026. Menurutnya, banyak kabupaten/kota mungkin sudah menyelesaikan penganggaran tahun ini tanpa mengalokasikan dana untuk program tersebut.

"Secara teknis, Gubernur harusnya sudah memikirkan secara matang, tetapi kan belum disosialisasi secara rinci di level kabupaten/kota. Kita masih menunggu arahan resmi," ujarnya.

Teuku juga menyebut bahwa Pemkab Bogor telah memiliki program serupa untuk menjaga kelestarian lingkungan, yaitu program "Satu Kecamatan Satu Hutan Kota" yang menargetkan pembuatan hutan kota di 40 kecamatan. Dalam program ini, seluruh elemen masyarakat sudah dilibatkan untuk menanam dan merawat pohon.

"Untuk program intensif Rp50 ribu per orang ini, saya baru dengar. Yang jelas, sebelum program Gubernur ada, kami sudah punya program sendiri yang sedang berjalan," tambahnya.

Kendati demikian, Pemkab Bogor menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi. Dukungan penuh, kata Teuku, akan diberikan setelah ada kejelasan teknis dan mekanisme pendanaan.

"Mengaitkan kebijakan Gubernur ini seperti apa, itu ada langkah teknis yang harus dilakukan. Kalau persoalan mendukung, pasti kita dukung," pungkasnya.

Program Tanam Pohon dibayar Pemerintah

Seperti telah diberitakan sebelumnya, program pemberian insentif Rp50 ribu per hari bagi penanam pohon digagas Gubernur Dedi Mulyadi sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Jawa Barat. Keberhasilan implementasinya dianggap sangat bergantung pada kesiapan anggaran dan koordinasi yang solid antara provinsi dan pemerintah daerah.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.