Jakarta Incar Juara Umum PON 2028, Gubernur Pramono Gelar Pembinaan Atlet
📅 Rabu, 03 Des 2025, 18:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan ambisi besar untuk kembali menjadi yang terbaik di panggung olahraga nasional melalui pembinaan atlet yang lebih terarah dan penguatan ekosistem kompetisi. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI DKI Jakarta Tahun 2025 di Balai Agung.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa kerja sama erat antara Pemprov DKI dan KONI menjadi fondasi penting dalam mendorong prestasi atlet Jakarta di berbagai ajang nasional. Ia menegaskan bahwa target juara umum bukan sekadar ambisi, tetapi tradisi yang harus terus dijaga oleh Jakarta sebagai barometer olahraga Indonesia.
"Sebagai Gubernur, saya memberikan apresiasi atas kerja keras KONI dan hubungan baik yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa hampir di setiap pelepasan kontingen, ia selalu hadir untuk memberikan dukungan langsung sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga reputasi Jakarta di mata publik olahraga nasional. Pramono menyebut bahwa ketidakhadiran Jakarta sebagai juara umum akan meninggalkan kesan kurang lengkap dalam perjalanan prestasi daerah.
"Jakarta kalau tidak juara umum, rasanya ada yang kurang," lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam agenda tersebut, Pramono menyoroti persiapan PON 2028 yang akan digelar di Provinsi NTT dan NTB sebagai momentum penting untuk memastikan kualitas pembinaan atlet Jakarta tetap terjaga. Ia mengungkapkan bahwa sebagian cabang olahraga berpotensi dialihkan ke Jakarta setelah melalui pembicaraan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Gubernur menekankan bahwa fasilitas olahraga di Jakarta telah memenuhi standar nasional dan internasional karena pengalaman menjadi tuan rumah SEA Games dan Asian Games. Ia menyebut bahwa persoalan utama bukan lagi soal ketersediaan infrastruktur, tetapi keberlanjutan pembinaan atlet dan konsolidasi antar-cabang olahraga.
"Pengalaman di Papua, Aceh-Sumut, Sumsel, dan Jawa Barat menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas tanpa pemanfaatan berkelanjutan menjadi persoalan tersendiri," ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memastikan bahwa Jakarta siap menjadi penopang penyelenggaraan beberapa cabang olahraga, terutama yang memerlukan fasilitas berstandar tinggi dan kesiapan teknis yang tidak dimiliki seluruh daerah. Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran agenda PON 2028.
Gubernur Pramono juga mengingatkan bahwa target prestasi Jakarta tidak hanya berhenti di POPNAS dan PEPARPENAS, tetapi harus mencapai puncak di PON 2028 sebagai pembuktian sistem pembinaan olahraga yang efektif. Ia menyampaikan lima prioritas pembinaan yang wajib diperkuat, meliputi tata kelola kelembagaan, pembinaan prestasi terukur, kualitas kompetisi, fasilitas memadai, serta kolaborasi yang solid.
"Pemerintah tidak bisa hanya mengklaim hasil. Harus terlibat sejak awal," tegasnya.
Pramono menuturkan bahwa seluruh syarat untuk menjadi juara umum PON 2028 sudah sangat lengkap bagi Jakarta, mengingat sebagian besar atlet SEA Games berasal dari Ibu Kota. Ia meminta agar persiapan dilakukan secara matang, termasuk penguatan manajemen dan kepelatihan di setiap cabang olahraga.
"Persyaratan untuk menjadi juara umum sebenarnya sangat lengkap, apalagi sebagian besar atlet SEA Games berasal dari Jakarta," imbuhnya.
Di hadapan peserta Rakerprov, Pramono menegaskan bahwa dirinya akan memantau langsung perkembangan persiapan menuju PON 2028 bersama jajaran KONI. Ia juga menyoroti pentingnya Musyawarah Provinsi KONI DKI Jakarta pada Maret 2026 sebagai momentum menentukan kepemimpinan baru yang berintegritas dan mampu mengayomi seluruh cabang olahraga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!