- Home
-
- Luar Negeri
-
- Israel Buka Lagi Perlintas...
Israel Buka Lagi Perlintasan Rafah: Warga Gaza Bisa Tinggalkan Wilayah Lewat Mesir
Rabu, 03 Des 2025, 20:00 WIBJAKARTA - Israel memutuskan untuk kembali membuka Perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir setelah penutupan panjang sejak invasi Mei lalu. Kebijakan ini memungkinkan warga Gaza untuk melintasi perbatasan dan keluar dari wilayah yang dilanda konflik.
Keputusan tersebut diumumkan setelah negosiasi panjang antara Israel, Mesir, dan berbagai pihak internasional. Pembukaan perlintasan ini dianggap sebagai langkah penting bagi warga sipil yang ingin mencari tempat aman di tengah kondisi yang semakin tidak stabil.
Israel sebelumnya mengambil alih kontrol Perlintasan Rafah dari pihak Mesir karena alasan keamanan. Pengambilalihan itu membuat perlintasan sepenuhnya ditutup dan menyebabkan ribuan warga Gaza terjebak tanpa jalan keluar.
"Kami akan membuka jalur ini secara terbatas untuk kepentingan kemanusiaan," ujar pernyataan resmi otoritas Israel.
Rafah merupakan jalur utama yang digunakan warga Gaza untuk keluar dari wilayah tersebut sejak bertahun-tahun lalu. Tanpa jalur ini, ribuan keluarga tidak memiliki alternatif untuk melarikan diri dari eskalasi kekerasan.
Menurut laporan France24 pembukaan ini akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses pemeriksaan keamanan berjalan sesuai prosedur Israel. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan identitas, screening keamanan, dan verifikasi dokumen perjalanan.
Di sisi lain, Mesir menyatakan siap menerima warga Gaza yang masuk melalui Rafah dalam kuota terbatas. Pemerintah Mesir menegaskan bahwa mereka hanya akan mengizinkan masuknya warga tertentu seperti pasien, pemegang visa, dan mereka yang telah mendapat izin khusus.
"Semuanya akan dilakukan dengan pengawasan penuh dan mekanisme yang telah disepakati," kata salah satu pejabat Mesir.
Warga Gaza menyambut kabar ini dengan harapan besar karena banyak dari mereka telah menunggu izin keluar berbulan-bulan lamanya. Banyak keluarga yang kini menyiapkan dokumen agar bisa segera meninggalkan wilayah yang terus terkena serangan.
Organisasi kemanusiaan menilai pembukaan kembali Rafah merupakan perkembangan penting namun masih jauh dari cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang melanda Gaza. Mereka meminta agar akses lebih luas diberikan untuk evakuasi dan bantuan medis.
Konflik yang terus berlanjut membuat situasi di Gaza semakin memburuk dari hari ke hari. Rumah sakit kehabisan tenaga medis, suplai makanan minim, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Sejumlah analis politik menganggap pembukaan Rafah ini sebagai bagian dari upaya meredakan tekanan internasional terhadap Israel. Tekanan tersebut datang dari berbagai negara yang mendesak agar akses kemanusiaan diperlonggar.
Selain itu pembukaan jalur tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kondisi warga Gaza yang terjebak tanpa akses keluar. Komunitas internasional terus meminta jaminan keselamatan bagi warga yang ingin menyelamatkan diri.
Meski perlintasan kembali dibuka, proses perjalanan warga Gaza tetap tidak mudah karena pembatasan masih diberlakukan secara ketat. Ribuan orang diperkirakan akan mengantri untuk bisa keluar dalam beberapa hari mendatang.
Situasi ini menjadi sorotan karena Rafah menjadi satu-satunya harapan warga Gaza untuk meninggalkan wilayah konflik. Banyak pihak berharap pembukaan ini bisa berlangsung lebih lama dan lebih luas agar evakuasi warga sipil dapat berjalan lebih efektif.
Keputusan ini tetap dipantau ketat oleh dunia internasional yang menilai setiap perubahan kebijakan di Gaza akan berdampak besar pada dinamika regional. Mereka menilai pembukaan Rafah dapat menjadi langkah awal menuju perbaikan akses kemanusiaan yang lebih signifikan.
- Israel
- Gaza
- Serang Rafah, Gaza Selatan
- Warga Palestina
- Konflik Israel-Palestina
- Warga Gaza
- Konflik Israel-Hamas
- Gencatan Senjata Gaza
- Perbatasan Rafah
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Minggu Dini Hari, Kendaraan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode
-
Komandan Sayap Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
-
Menkomdigi Tegaskan Akses Telekomunikasi Mudik 2026 Lancar dan Aman
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.