Setelah Banjir dan Longsor, Aceh Didera Blackout Berkepanjangan: Ada Apa dengan Sistem Listrik?
Selasa, 02 Des 2025, 23:59 WIBJAKARTA - Kelistrikan di Aceh masih belum pulih sepenuhnya pasca diterjang banjir dan longsor pada akhir bulan lalu. Kerusakan jaringan distribusi serta akses yang terputus di sejumlah titik membuat proses pemulihan berjalan lambat.
Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sebanyak 12 tower rusak, sementara menara menara transmisi itu berfungsi mengalirkan listrik ke sebagian besar wilayah Aceh.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pihaknya bersama PT PLN (Persero) tengah mempercepat pemulihan akses listrik di Provinsi Aceh.
"Memang banyak daerah yang kena banjir dan masih banyak daerah yang terisolir. Di samping itu beberapa infrastruktur kita, listrik, tower-tower listrik yang jatuh. Ini yang mengakibatkan kenapa terjadi pemadaman di daerah Aceh dan sekitarnya. Ini sangat memperhatikan dan kita harus melakukan secara serius," ujarnya dalam kunjungannya ke Kabupaten Bireuen, Selasa (2/12) dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Adapun sebanyak 12 tower rusak yang menyebabkan pemadaman listrik di Bireuen, Takengon, dan sekitarnya. Bahlil pun memastikan agar normalisasi akses listrik segera dilakukan, salah satunya melaui pembangunan menara transmisi darurat (tower emergency).
Dia juga menjelaskan bahwa lokasi tower emergency yang akan dibangun berada di daerah yang terisolasi, sehingga mobilisasi material dilakukan via udara. Material-material tower seberat 35 ton diangkut menggunakan helikopter.
"Hari ini kita akan meninjau beberapa tower induk yang strategis yang harus kita segera pasang. Tapi mobilisasi materialnya sangat susah, semuanya pakai heli. Dan saya bersama Direktur Utama (Dirut) PLN, Dirut Pertamina, kita akan clear-kan tentang pasokan BBM dan bagaimana untuk bisa mempercepat agar listrik bisa bisa nyala," ujar Bahlil.
Bahlil meminta pembangunan tower emergency dapat dilakukan secara cepat. Diperkirakan tower emergency akan selesai dibangun pada Jumat (5/12) atau Sabtu (6/12), sehingga akses listrik dapat kembali seperti semula.
"Insya Allah kalau kita bangun selesai di Kamis, ini sudah terjadi estafet terus, maka Jumat sore atau malam paling lambat hari Sabtu, Insya Allah listrik sudah nyala semua. Dengan catatan kita doakan cuaca. Cuaca kita doakan agar bisa mobilisasi logistik bisa bekerja," harapnya.
Perkembangan Signifikan
Berdasarkan data PLN, sebanyak 12 tower transmisi pada beberapa jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) mengalami kerusakan, mencakup jalur Bireuen-Arun, Brandan-Langsa, serta Peusangan-Bireuen.
Kerusakan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Hingga hari ini, progres pemulihan ketenagalistrikan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 263 penyulang yang padam, sebanyak 153 penyulang (58,2%) telah kembali normal.
Sementara itu, 6.844 dari 9.669 gardu distribusi (70,8%) telah menyala kembali. Beban listrik yang pulih mencapai 173,05 MW (69,8%), dengan jumlah pelanggan kembali menikmati listrik sebanyak 727.735 pelanggan (69,7%).
- Bencana Aceh
- Pemulihan bencana
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Upaya untuk Memenuhi Kebutuhan Logistik Penyintas Bencana Aceh
-
Jelang Ramadhan, BNPB Pastikan Kebutuhan Air Bersih Pengungsi Aceh Terpenuhi
-
Kementerian PU Percepat Penanganan 38 Muara Sungai Pascabencana di Aceh, Sumut, Sumbar
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
-
Pusdalops: 3.554 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatra Utara
-
TNI Selesaikan Jembatan di Tapanuli Tengah, Permudah Aktivitas Warga
-
Bupati OKU Minta Seluruh Perangkat Daerah Gelar Pangan Murah Selama Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.