Sawah Puso Meluas, Pemerintah Gerak Cepat Kirim Benih Penyelamat ke Sumatera
Selasa, 02 Des 2025, 17:45 WIBJAKARTA â Bantuan benih gratis menjadi instrumen krusial untuk memulihkan produktivitas petani yang sawahnya mengalami puso akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tanpa intervensi cepat, kerugian produksi dapat melebar dan mengganggu pasokan pangan regional. Penyediaan benih unggul tidak hanya mempercepat siklus tanam ulang, tetapi juga membantu menekan potensi lonjakan biaya produksi yang sulit ditanggung petani terdampak.
Namun, efektivitas program ini bergantung pada ketepatan distribusi, kualitas benih, dan dukungan pendampingan teknis agar petani dapat kembali berproduksi dengan lebih resilien terhadap risiko iklim.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah segera menyalurkan bantuan benih gratis bagi petani yang sawahnya mengalami puso atau gagal panen akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Ia menjelaskan tim Kementerian Pertanian (Kementan) mulai diturunkan sejak hari ini untuk bekerja dan menyusun daftar wilayah penerima bantuan benih.
âYang sawah mengalami puso, kami kirim bantuan benih gratis dari pusat. Tim langsung turun mulai hari ini bekerja,â kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/12).
Menurut dia, karena saat ini sedang musim hujan, benih tersebut dapat segera ditanam oleh petani.
Total lahan sawah yang terendam banjir dan mengalami puso di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 28 ribu hektare, katanya, menjelaskan.
Selain benih, Amran mengatakan pemerintah juga akan memberikan bantuan peralatan pertanian bagi petani yang membutuhkan.
âApabila memerlukan peralatan, dia tidak punya alat, kami kasih peralatan traktor,â katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran mengatakan menjamin tidak akan terjadi kekurangan pangan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dirinya menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Dalam Negeri untuk memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras di tiga provinsi tersebut.
âTidak akan ada kekurangan pangan. Kami jamin itu,â ujar dia.
Ia menambahkan pemerintah melalui Bulog siap memenuhi setiap permintaan beras dari daerah terdampak. Tim Kementan bersama Bulog telah berada di sejumlah titik guna memastikan distribusi berjalan lancar.
âKami langsung katakan keluarkan beras sesuai permintaan. Sampai hari ini total permintaan mencapai 40 ribu ton,â kata Amran.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi sebelumnya mengatakan sekitar 27 ribu hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 385 hektare sawah yang ditanami padi mengalami puso atau gagal panen.
Sementara itu, terdapat 200 hektare lahan jagung yang tidak dapat dipanen akibat bencana.
Berita Terkait:
-
Banjir Belum Surut, Jumlah Pengungsi Kudus Terus Bertambah
-
Tanpa Kenal Lelah, TNI Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh
-
Wapres Gibran Rakabuming Pastikan Proses Belajar di Aceh Tamiang Berjalan Kembali
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
BMKG: Sebagian Jakarta Hari Ini Diperkirakan Hujan pada Pagi dan Siang Hari
-
Pembicaraan Program Nuklir Gagal, Trump Pertimbangkan Serang Iran
-
Polda Riau Pastikan Jalintim Normal Setelah Ledakan Pipa Gas PT TGI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.