Permintaan Global Membaik, Industri Tekstil Indonesia Berpeluang Perkuat Ekspor
Rabu, 29 Jul 2026, 18:18 WIBJAKARTA â Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan kontribusinya terhadap ekspor nasional seiring dengan mulai membaiknya permintaan global. Peluang tersebut semakin terbuka dengan meningkatnya kebutuhan pasar internasional terhadap produk tekstil yang memenuhi standar keberlanjutan.
Namun, untuk menangkap peluang tersebut, industri TPT nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tekanan persaingan dengan negara produsen lain hingga kebutuhan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan produktivitas, memodernisasi mesin produksi, serta memperoleh dukungan pembiayaan ekspor.
Indonesia Eximbank Institute mencatat permintaan global terhadap produk tekstil sektor hulu, seperti benang, kain tenun, dan kain rajut, mulai menunjukkan pemulihan sepanjang 2025. Tren tersebut dinilai menjadi peluang bagi industri tekstil Indonesia untuk memperluas penetrasi di pasar internasional.
Di sisi lain, posisi Indonesia di pasar ekspor masih menghadapi persaingan ketat dari sejumlah negara produsen tekstil, terutama China, India, dan Vietnam yang terus meningkatkan daya saing industrinya.
Upaya memperkuat posisi industri tekstil Indonesia di pasar global turut dibahas dalam LPEI Export Forum (LEF) Bandung bertema Membangun Rantai Pasok Garmen yang Kompetitif dan Berkelanjutan untuk Pasar Global yang digelar pada akhir Juli 2026.
Forum yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tersebut mempertemukan pelaku industri tekstil dan garmen, eksportir, pemasok, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya. Diskusi membahas prospek pasar global sekaligus strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia melalui rantai pasok yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan daya saing industri tekstil Indonesia saat ini antara lain ditopang oleh produk finished fabric yang porsinya mencapai sekitar 74 persen dari total ekspor TPT nasional.
Menurut dia, keberlanjutan kinerja ekspor tidak hanya bergantung pada produsen garmen sebagai sektor hilir, tetapi juga pada kekuatan rantai pasok secara keseluruhan.
"Buyer global kini tidak hanya mempertimbangkan harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, kepatuhan terhadap standar internasional, hingga penggunaan material yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia," ujar Anton melalui siaran pers pada hari Rabu (29/7).
Indonesia Eximbank Institute memperkirakan kinerja ekspor tekstil nasional masih memiliki prospek pertumbuhan hingga 2027. Perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi global dan kemungkinan penurunan suku bunga global dinilai berpotensi mendorong konsumsi masyarakat dunia, termasuk permintaan terhadap produk pakaian dan tekstil.
Ekspor tekstil nasional diperkirakan tumbuh sekitar 2 hingga 3,2 persen pada 2026. Proyeksi tersebut mengacu pada realisasi pertumbuhan ekspor yang saat ini berada di level 1,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekspor tekstil pada 2027 diproyeksikan mencapai 3,5 hingga 4 persen.
Pertumbuhan tersebut salah satunya diperkirakan didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil berkelanjutan, khususnya pada segmen pasar premium yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, transparansi rantai pasok, dan penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.
Anton menilai Indonesia memiliki sejumlah modal untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut. Selain biaya tenaga kerja yang relatif kompetitif, Indonesia juga memiliki struktur industri TPT yang telah berkembang dan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Meski demikian, industri nasional dinilai perlu terus meningkatkan produktivitas, mempercepat modernisasi peralatan dan proses produksi, serta memenuhi standar keberlanjutan yang semakin banyak diterapkan oleh pembeli global.
Untuk mendukung transformasi industri dan meningkatkan kapasitas ekspor, LPEI menyediakan sejumlah fasilitas yang mencakup pembiayaan, penjaminan, asuransi, hingga trade finance yang disesuaikan dengan kebutuhan eksportir.
Fasilitas tersebut antara lain pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment) dan pascapengapalan (post-shipment). LPEI juga menyediakan Trade Credit Insurance (TCI) untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari pembeli luar negeri serta Marine Cargo Insurance untuk melindungi barang selama proses pengiriman.
Dukungan terhadap revitalisasi industri tekstil dan sepatu juga disebut sejalan dengan arahan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya mendorong penyediaan likuiditas dengan biaya terjangkau melalui Indonesia Eximbank atau LPEI. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung pembaruan mesin produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
"Penguatan rantai pasok tekstil nasional membutuhkan kolaborasi yang erat. LPEI hadir tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga layanan advisory dan market insight agar eksportir semakin siap memenuhi kebutuhan pasar global," kata Anton.
Dari sisi pelaku usaha, Direktur Utama PT Ungaran Sari Garments, Maniwanen, mengatakan dukungan LPEI membantu perusahaan menjaga kelancaran aktivitas ekspor sekaligus memperkuat mitigasi risiko perdagangan internasional.
"Fasilitas LPEI sangat membantu operasional ekspor kami. Selain mengurangi beban pembiayaan, produk asuransinya juga memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko sehingga kami lebih percaya diri dalam memperluas pasar ekspor," ujarnya.
Dengan membaiknya prospek permintaan global, industri TPT Indonesia dinilai memiliki momentum untuk memperkuat kinerja ekspor. Namun, peluang tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan industri dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok, melakukan modernisasi, serta memenuhi tuntutan keberlanjutan yang semakin ketat.
Kolaborasi antara pemerintah, LPEI, asosiasi, dan pelaku usaha pun menjadi faktor penting agar industri tekstil nasional mampu meningkatkan daya saing dan memperbesar kontribusinya terhadap ekspor Indonesia di tengah perubahan lanskap perdagangan global.
- Industri Tekstil
- LPEI
- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)
- Indonesia Eximbank
- Impor Produk Tekstil
- Industri TPT
- ekspor Indonesia
- Tekstil Indonesia
- Ekspor Tekstil
- LPEI Export Forum
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Libatkan Intelijen
-
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Pasar Global Dibidik, Kaltim Lepas Ekspor Udang Windu Skala Besar
-
Kolonel Pnb Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.