Banjir Belum Surut, Jumlah Pengungsi Kudus Terus Bertambah

Sabtu, 17 Jan 2026, 11:05 WIB

KUDUS – Jumlah warga Kabupaten Kudus yang terdampak banjir terus bertambah. Seiring naiknya genangan di sejumlah wilayah, warga yang memilih mengungsi ke tempat aman pun makin banyak. Hingga kini, tercatat pengungsi tersebar di 11 lokasi yang disiapkan sebagai tempat penampungan sementara.

Di pos-pos pengungsian, aktivitas warga berjalan apa adanya. Ada yang mengurus anak, ada yang menyiapkan makanan, sementara sebagian lainnya menunggu kabar kondisi rumah yang ditinggalkan. Meski situasi belum sepenuhnya nyaman, kebersamaan antarwarga menjadi penguat di tengah kondisi sulit.

Ket. Foto: Para pengungsi di aula DPRD Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Petugas dan relawan terus berjaga untuk membantu kebutuhan para pengungsi, mulai dari logistik hingga layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga melakukan pemantauan intensif sambil menunggu air benar-benar surut.

Bagi warga, yang terpenting saat ini adalah keselamatan. Sambil berharap banjir segera berlalu, mereka berusaha bertahan di pengungsian dengan harapan bisa segera kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mendata jumlah warga kabupaten yang terdampak banjir dan mengungsi ke 11 tempat pengungsian semakin bertambah dan mencapai 1.822 jiwa atau 606 keluarga.

"Berdasarkan data per hari ini (17/1), total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Tentu akan terus diperbarui karena bersifat dinamis," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Sabtu (17/1).

Dari jumlah pengungsi tersebut, kata dia, paling banyak perempuan yang mencapai 60 persen lebih dibandingkan laki-laki.

Para pengungsi tersebut, berasal dari Desa Pasuruhan Lor, Temulus, Karangrowo, Kesambi, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Karangrowo, Ngemplak, Payaman, Tanjungkarang, dan Gulang.

Sementara tempat pengungsian yang disediakan yakni di Gedung NU Center Pasuruhan Lor, Madrasah Hidayatys Shibyan Temulus, Balai Desa Karangrowo, TK Pertiwi dan Aula Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, gedung DPRD Kudus, Balai Desa Payaman, GKMI Tanjung Karang, kantor PDI-P Jalan Lingkar Kudus, dan Balai Desa Gulang.

Dari 10 tempat pengungsian tersebut terbanyak di Gedung DPRD Kudus yang mencapai 396 pengungsi, yang berasal dari Desa Karangrowo dan Desa Ngemplak (Kecamatan Undaan).

Untuk tempat pengungsian lainnya, jumlahnya bervariasi antara 26 jiwa hingga 131 jiwa. Terkait genangan banjir di sejumlah lokasi, kata dia, untuk hari ini (17/1) masih terjadi, meskipun beberapa daerah mulai ada penurunan ketinggian genangan banjir.

"Mudah-mudahan, dengan adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) intensitas curah hujan bisa berkurang sehingga genangan banjir di Kabupaten Kudus bisa segera surut," ujarnya.

Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di semua tempat pengungsian, meliputi makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga alat-alat kebersihan dan kebutuhan pribadi lainnya juga dipenuhi. Bahkan, mainan untuk anak-anak juga disediakan sebagai bagian dari upaya trauma healing atau penyembuhan psikologi terhadap warga yang mengungsi akibat terdampak banjir.

Jumlah pengungsi pada Rabu (14/1) totalnya sebanyak 596 jiwa, namun secara bertahap meningkat menyusul curah hujan tinggi di Kabupaten Kudus.

  • banjir kudus

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.