Wali Kota Bandung Bertekad Perkuat Strategi Stop HIV/AIDS

Rabu, 29 Jul 2026, 17:05 WIB

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung perkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Pasalnya, penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan medis ataupun kebijakan semata.

Menurut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, keberhasilan pengendalian HIV/AIDS sangat bergantung pada konsistensi, kedisiplinan, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

“Yang kita lawan adalah virus HIV dan perilaku yang berisiko menularkannya. Bukan manusianya. Tidak boleh ada stigma dan diskriminasi terhadap siapa pun,” kata Wali Kota Farhan di Arion Hotel Kota Bandung, Selasa (28/7).

Wali Kota Farhan menyatakan itu saat Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan strategi seluruh pemangku kepentingan dalam menekan laju penularan sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Wali Kota Farhan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Baznas Kota Bandung hingga berbagai organisasi masyarakat yang selama ini aktif mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 10.771 kasus HIV/AIDS secara kumulatif sejak tahun 1991. Faktor risiko penularan terbesar berasal dari hubungan seksual heteroseksual dengan persentase 38,53 persen.

Menurut Wali Kota Farhan, dinamika penularan HIV/AIDS terus berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, strategi penanganan juga harus terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan tanpa mengabaikan pendekatan kemanusiaan.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Bandung telah memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 hingga Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penanggulangan AIDS. Seluruh regulasi tersebut diarahkan untuk mencapai target global 3 Zero pada tahun 2030 yakni nol infeksi baru HIV, nol kematian akibat AIDS serta nol stigma dan diskriminasi.

Wali Kota Farhan mengingatkan agar seluruh aparatur pemerintah tidak menjadikan regulasi sebagai dasar untuk melakukan stigmatisasi terhadap kelompok tertentu.

“Siapa pun selama dia manusia adalah saudara kita. Pendekatan kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Diskriminasi hanya akan membuat penanggulangan HIV/AIDS semakin sulit,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga meminta Satpol PP dan Dinas Sosial memperkuat upaya identifikasi berbagai aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS sebagai bagian dari langkah preventif pemerintah daerah.

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, termasuk donor darah secara rutin yang sekaligus menjadi sarana skrining berbagai penyakit menular.

Wali Kota Farhan juga memperkenalkan kembali strategi STOP yaitu Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan, sebagai pendekatan utama dalam pengendalian HIV/AIDS di Kota Bandung. Menurut dia, keberhasilan strategi tersebut bergantung pada kesinambungan pengobatan dan pendampingan terhadap ODHIV.

“Deteksi dini sangat penting. Yang tidak kalah penting adalah memastikan mereka yang terdiagnosis mendapatkan pengobatan secara konsisten hingga tuntas,” tutur dia.

Ia pun turut menyoroti tantangan kesehatan lain yang berkaitan erat dengan kualitas sanitasi lingkungan, seperti tuberkulosis (TB). Menurutnya, penguatan perilaku hidup sehat harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan sanitasi, kepatuhan berobat, serta edukasi masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung beserta perangkat daerah, tim ahli, kelompok kerja, sekretariat KPA dan lembaga swadaya masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan amanat Keputusan Wali Kota Bandung tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung. Harapannya seluruh program penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan kasus,” tutur Asep. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

BPJS Kesehatan Ungkap Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.