Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Didorong Jadi Penggerak 'Sport Tourism' dan Dongkrak Ekonomi Jakarta

Rabu, 29 Jul 2026, 17:49 WIB

JAKARTA - 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 tidak hanya terasa di arena pertandingan, tetapi juga sektor ekonomi Jakarta, kata Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

Richard mengatakan kejuaraan di Tennis Indoor Senayan pada 1–5 Agustus itu mendatangkan 478 taekwondoin dari 36 negara, beserta ofisial dan pendamping masing-masing.

Ket. Foto: Dua atlet taekwondo bertarung dalam seleksi nasional (seleknas) taekwondo yang digelar Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. — Sumber: ANTARA/Aloysius Lewokeda

“Hotel, layanan transportasi, pelaku kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata Jakarta berpeluang ikut menikmati perputaran ekonomi yang tercipta,” kata Richard dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/7).

Dari 478 atlet 245 di antaranya dari sejumlah negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah.

India menjadi kontingen asing terbesar dengan 61 atlet, diikuti Hong Kong sebanyak 34 atlet dan Filipina 33 atlet. Sementara itu, Indonesia menurunkan 233 taekwondoin.

Menurut Richard, kehadiran peserta internasional menjadi peluang bagi Jakarta untuk memadukan penyelenggaraan kompetisi olahraga dengan promosi pariwisata.

“Sport tourism merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujarnya.

Richard mengatakan penyelenggaraan kompetisi berkelas internasional juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kegiatan olahraga dunia.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kita untuk mengasah kemampuan terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia,” katanya.

Kejuaraan ini merupakan turnamen level G2 World Taekwondo (WT) yang menyediakan poin Olimpiade Los Angeles 2028 dan kejuaraan dunia.

Kejuaraan itu mempertandingkan kategori poomsae atau seni serta kyorugi atau tarung. 

Nomor poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus, sedangkan kyorugi senior putra dan putri digelar pada 3–5 Agustus.

Dari 233 atlet Indonesia, 31 taekwondoin dipersiapkan PBTI berdasarkan hasil rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

Tiga atlet di antaranya dipersiapkan untuk mewakili Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni Muhammad Bassam Raihan pada kelas di bawah 68 kilogram putra, Arya Danu pada kelas di bawah 80 kilogram putra, serta Andi Sultan pada kategori poomsae.

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian mengatakan antusiasme peserta membuat panitia harus membatasi jumlah atlet agar pertandingan selesai sesuai dengan ketentuan World Taekwondo. Ant

  • Kejuaraan Taekwondo Asia 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.