Trans Jateng Ekspansi! Rute Magelang–Temanggung Siap Beroperasi pada 2027

Rabu, 29 Jul 2026, 18:10 WIB

SEMARANG – Perluasan layanan angkutan massal merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi perkotaan.

Jaringan transportasi yang semakin luas dapat menekan kemacetan, menurunkan biaya logistik dan perjalanan, serta meningkatkan produktivitas melalui konektivitas yang lebih baik.

Ket. Foto: Ilustrasi-Pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng tetap menjadi primadona di kalangan masyarakat Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/ HO-Humas Kabupaten Batang.

Di sisi lain, keberhasilan ekspansi layanan bergantung pada integrasi antarmoda, keterjangkauan tarif, dan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara optimal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mematangkan perluasan layanan angkutan massal Trans Jateng di koridor Gelang Manggung yang menghubungkan wilayah Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung pada 2027.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Jatmiko di Semarang, Rabu (29/7), menyampaikan setelah itu untuk wilayah Jekuti (Jepara, Kudus, Pati) akan dioperasikan pada 2028.

Hingga kini, Trans Jateng sudah beroperasi di tujuh koridor dengan armada 115 unit bus. Adapun tujuh koridor tersebut berada di empat wilayah pengembangan (WP), yaitu Kendal, Demak, Ungaran (Kabupaten Semarang), Kota Semarang, Purwodadi (Kedungsepur), Solo Raya, Banyumas Raya dan Purworejo-Magelang.

Ia menyatakan komitmen pengembangan koridor ini telah dibangun sejak tahun lalu antara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.

"Persiapan-persiapan teknis, termasuk sosialisasi awal baik kepada masyarakat maupun perusahaan di sepanjang koridor, sudah mulai berjalan," katanya.

Rencananya, sosialisasi mendalam dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027. Sosialisasi ini untuk mematangkan kolaborasi serta pembagian peran antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pengelola Trans Jateng.

Ia menuturkan, untuk menunjang operasional koridor Gelang Manggung, Trans Jateng berencana mengoperasikan 14 armada. Adapun untuk rute perjalanan, saat ini masih dalam proses penyempurnaan.

Langkah ini dilakukan agar jalur Trans Jateng dapat terintegrasi dengan angkutan kota maupun angkutan pedesaan yang akan difungsikan sebagai feeder (pengumpan). Dengan demikian, titik asal dan tujuan perjalanan masyarakat dapat terlayani secara optimal tanpa mematikan moda transportasi lokal.

Sementara untuk koridor Jepara, Kudus dan Pati, rencananya dilakukan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditargetkan pada 2027, sehingga di ruas itu bisa mulai operasi pada 2028.

Arif menjelaskan persiapan yang dilakukan untuk operasional koridor tersebut minimal dua tahun sebelum operasional resmi.

"Supaya dalam pelaksanaannya nanti tidak ada permasalahan dengan koridor-koridor angkutan lama atau yang sudah existing," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.