Tiongkok Terus Dorong Teknologi Digital untuk Efisiensi Energi

Senin, 01 Des 2025, 16:06 WIB

BEIJING - Teknologi digital secara signifikan membentuk kembali industri energi, mendorong sistem energi global menuju efisiensi, keberlanjutan, dan kecerdasan yang lebih besar.

Demikian diungkapkan sejumlah pakar dalam Konvensi Internet of Things Dunia (World Internet of Things Convention/WIOTC) 2025, yang berlangsung pada 28-29 November di Beijing.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/DEVI RAHMAN

Wakil Ketua Komite Eksekutif WIOTC 2025 He Qiang dalam forum energi cerdas tersebut mengatakan revolusi energi digital telah menjadi penggerak utama dalam meningkatkan ekonomi digital energi.

Ia menyebutkan bahwa mahadata (big data) membawa transparansi pada operasi sistem energi. Sementara, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menyediakan sistem dengan kemampuan kognitif dan pengambilan keputusan.

Selain itu, teknologi blockchain menciptakan fondasi tepercaya untuk transaksi energi terdistribusi. Semua teknologi ini saling terhubung melalui Internet of Things (IoT), membentuk sebuah ekosistem digital yang terintegrasi.

Transformasi tersebut kini sedang berlangsung dalam skala global.

Direktur Komite Kerja Energi Asosiasi Informasi Tiongkok Wang Yongjie mengamati bahwa konvergensi teknologi membuat pemantauan energi di daerah terpencil menjadi mungkin dilakukan, seperti yang ditunjukkan oleh proyek-proyek jaringan mikro cerdas (smart microgrid) di Asia Tenggara yang menyediakan energi terbarukan sekaligus mendongkrak ekspor peralatan Tiongkok.

"Dorongan untuk transisi hijau telah memicu lebih dari 130 negara untuk berkomitmen terhadap netralitas karbon. Sementara, menghilangkan batas-batas pasar akan mempercepat penyebaran solusi energi digital dari perekonomian-perekonomian maju ke emerging market, termasuk kawasan Sabuk dan Jalur Sutra," ujarnya.

Ia melanjutkan "dalam proses ini, keselarasan Tiongkok yang semakin meningkat dengan permintaan global tidak hanya mewakili ekspor teknis tetapi juga restrukturisasi tata kelola energi global yang berarti."

Dokumen kebijakan Tiongkok tentang pengembangan energi berkualitas tinggi berbasis AI yang diterbitkan pada September 2025 telah menetapkan target untuk membangun sebuah sistem inovasi energi-AI yang terintegrasi pada 2027, dengan tujuan untuk mencapai penerapan AI yang terdepan di dunia dalam sektor energi pada 2030.

Seiring dengan kebijakan yang terus berkembang, penerapan AI semakin substansial di seluruh sektor energi.

Presiden BOE Energy Technology Co., Ltd., Han Xiaoyan menyampaikan bahwa AI kini digunakan untuk prakiraan yang akurat dalam pembangkitan dan konsumsi listrik, penyaluran cerdas untuk mengoptimalkan keuntungan, diagnosis kesalahan dalam pembangkit energi terbarukan serta peningkatan efisiensi operasional melalui sistem tanya-jawab berbasis model besar.

"Penerapan-penerapan praktis ini menunjukkan evolusi AI dari konsep teoretis menjadi alat yang produktif dalam industri energi," jelasnya.

Terlepas dari kemajuan tersebut, masih ada sejumlah tantangan yang cukup besar. Wang menunjuk pada hambatan teknis yang masih ada, kekhawatiran akan keamanan data yang terus berlanjut dan siklus investasi yang diperpanjang sebagai isu-isu utama yang dihadapi sektor tersebut.

Ia mengutip contoh-contoh seperti sistem yang sudah usang yang tidak kompatibel dengan sensor modern, risiko kebocoran data dalam transaksi energi lintas perbatasan, dan keuntungan yang terbatas akibat minimnya dukungan operasional lokal di beberapa pasar.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, Wang mengusulkan pembuatan platform teknologi terbuka untuk berbagi solusi kembar AI dan digital. Pendekatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi standar internasional guna memfasilitasi pengakuan teknis dan membangun sebuah ekosistem inovasi yang mendukung ekspansi global usaha kecil dan menengah.

Mengusung tema "Ekonomi Baru yang Terhubung Secara Cerdas, Masyarakat Cerdas di Era Baru" (Intelligently Interconnected New Economy, Smart Society in the New Era), WIOTC 2025 mempertemukan para pejabat, pakar, akademisi, dan perwakilan bisnis dari 80 lebih negara, untuk membahas peran IoT dalam memajukan transformasi digital ekonomi global yang bersifat kolektif dan berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.