Film Tikam Samurai Resmi Melaju ke Layar Lebar: Menteri Ekraf Saksikan Penandatanganan MOU di JAFF Market 2025
Minggu, 30 Nov 2025, 15:05 WIBJAKARTA - Industri film Indonesia mencatat langkah besar lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) produksi film layar lebar Tikam Samurai di JAFF Market 2025. Prosesi yang berlangsung di Jogja Expo Center itu dihadiri langsung Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap karya budaya nasional.
Acara tersebut mempertemukan PT Semesta Tikam Samurai yang dipimpin Erik Hidayat dengan rumah produksi Bushi Bros Films. Kolaborasi ini dipandang sebagai momentum strategis untuk membawa cerita Minangkabau ke level internasional lewat produksi film berstandar global.
Erik Hidayat, Co-Founder PT Semesta Tikam Samurai, menegaskan bahwa penandatanganan ini adalah tahapan krusial dalam perjalanan panjang IP tersebut. "Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan perjalanan panjang Tikam Samurai dari halaman novel ke layar lebar," ujar Erik.Â
Ia menambahkan bahwa sinergi kreator, industri, dan dukungan negara akan mempercepat lahirnya karya Indonesia yang mampu bersaing secara global. Erik menyebut produksi film ini bukan sekadar proyek hiburan, tetapi sebuah ikhtiar budaya.
Antusiasme yang sama disampaikan Cornelio Sunny dari Bushi Bros Films. "Tikam Samurai bukan hanya kisah tentang balas dendam, tetapi tentang kehormatan, identitas, dan keberanian menjaga martabat," ujar Cornelio.Â
Ia menekankan bahwa kekuatan visual dan emosional dari cerita ini membuatnya sangat layak dikembangkan sebagai film berkelas internasional. Bushi Bros Films merasa terhormat membawa warisan Minang ini ke panggung global.
Dalam kesempatan itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, juga menyampaikan apresiasinya. "Kedua IP ini bukan hanya merepresentasikan kreativitas Indonesia tapi juga jembatan karya anak bangsa ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Teuku Riefky.Â
Ia berharap pengembangan IP Indonesia lewat film seperti Tikam Samurai dapat mendorong karya nasional makin mendunia. Kemenparekraf menilai kolaborasi ini selaras dengan upaya memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Kolaborasi antara PT Semesta Tikam Samurai dan Bushi Bros Films menjadi penanda babak baru bagi IP legendaris Minangkabau. Cerita ini diangkat dari novel epik 10 jilid karya Makmur Hendrik yang semula hadir sebagai cerita bersambung di Harian Singgalang pada 1970-an.
Kisah Tikam Samurai mengikuti perjalanan Si Bungsu, pemuda Minang yang menuntut keadilan atas kematian ayahnya menggunakan sebilah katana milik pembantai keluarganya. Latar cerita berada pada masa pendudukan Jepang di Sumatera Barat tahun 1942-1945.
Sejak 2022, IP ini dikembangkan menjadi proyek lintas medium oleh PT Semesta Tikam Samurai. Pengembangannya mencakup film, animasi, gim, komik, hingga konten kreatif lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Para tokoh seperti Makmur Hendrik, Erik Hidayat, Josua Simanjuntak, dan Nayaka Untara ikut mendorong lahirnya IP Indonesia berkualitas global. Upaya ini mencerminkan semangat menghadirkan kisah lokal yang memiliki resonansi universal.
Melalui kerja sama dengan Bushi Bros Films, Tikam Samurai diharapkan bisa menjadi salah satu karya budaya Indonesia yang mampu bicara di level internasional. Tim produksi optimistis perpaduan narasi kuat dan nilai budaya Minang akan menarik perhatian pasar global.
Kehadiran film ini juga menjadi bukti bahwa cerita lokal dengan kedalaman sejarah mampu menembus batas negara. Produksi Tikam Samurai dipandang sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui bahasa sinema.
Dengan tonggak awal MOU ini, proses produksi akan bergerak ke tahap berikutnya dengan standar industri internasional. Seluruh tim berkomitmen memastikan kualitas artistik dan teknis yang mampu mengangkat nama Indonesia di panggung dunia.
- Film Indonesia
- Minangkabau
- Menteri Ekonomi Kreatif
- Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)
- Film Tikam Samurai
- Tikam Samurai
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Lebaran Sudah di Ambang Pintu, Semarang Masih Berjuang Melawan Banjir
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Pemkab Kapuas Siapkan Izin Lingkungan untuk Proyek Dermaga Waterfront City
-
Harga Emas Antam pada Awal April, Naik ke Rp2,9 Juta Per Gram
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Tayang di Bioskop 21 Mei, Film "Keluarga Suami Adalah Hama" Dibintangi Raihaanun dan Omar Daniel
-
Pertamina Kalimantan Hadirkan Berbagai Program Promo Lebaran untuk Mudahkan dan Untungkan Pemudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.